Bingke Oleh-Oleh Khas Pontianak Kalimantan Barat

Saat bulan puasa telah tiba, tak jarang menu-menu istimewa banyak bertebaran dan menjadi incaran menjelang berbuka puasa. Istilah “berbuka dengan yang manis” menyebabkan banyak masyarakat membuat atau membeli yang rasanya manis, khususnya kue-kue. Bahkan, tiap daerah punya menu khas Ramadan.

 1300357423detail_HIDANGAN_KHAS_03-06_BINGKA_BERENDAM_APW01

Melirik ke wilayah Borneo, ada satu penganan khas Ramadan yang sangat digemari masyarakat, khususnya di daerah Pontianak. Rasanya manis dan bertekstur lembut, sehingga pas dinikmati ketika berbuka puasa. Inilah kue bingke (ada juga yang menyebut bingka) yang terbuat dari campuran telur, santan, sedikit terigu dan gula pasir. Kue tradisional ini juga populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat, sehingga dijadikan  oleh-oleh khas daerah ini. Meski demikian, bingke juga telah banyak ditemukan di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta.

Bingke1

Bahan utama kue bingke pontianak ini cukup sederhana dan dapat diperoleh di warung atau pasar, seperti tepung terigu, telur, santan, gula pasir dan garam. Ada kue bingke yang dipanggang, ada pula dikukus yang dinamakan bingke berandam. Umumnya bingke dicetak bentuk daun semanggi berkelopak enam, tetapi ada juga yang berbentuk bundar. Warnanya pun beragam, mulai dari kuning, kuning kecokelatan atau hijau. Kini, variannya beragam, tidak hanya original. Ada bingke tapai, kentang, labu, pandan, nangka, kelapa muda, cokelah hingga keju. Jadi, Anda pun dapat memilih sesuai selera.

bingke

 

Pada hari biasanya, Kue Bingke Berendam menjadi oleh-oleh khas Kota Pontianak. Namun di bulan puasa, kue ini diburu untuk menjadi menu andalan berbuka puasa. Penjual Kue Bingke mudah ditemui di pasar-pasar tradisional hingga kios-kios serta lapak-lapak pedagang dadakan yang banyak bermunculan di sejumlah kawasan di Kota Pontianak.

Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Danau SentarumWisata Alam Gunung Palung, Taman Nasional Baka Bukit RayaTaman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat

p_bukitbaka

Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya didominir oleh puncak-puncak pegunungan Schwaner. Keberadaan pegunungan tersebut merupakan perwakilan dari tipe ekosistem hutan hujan tropika pegunungan dengan kelembaban relatif tinggi (86%).

kalimatan3

Tercatat 817 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 139 famili diantaranya Dipterocarpaceae, Myrtaceae, Sapotaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, dan Ericadeae. Selain terdapat tumbuhan untuk obat-obatan, kerajinan tangan, perkakas/bangunan, konsumsi, dan berbagai jenis anggrek hutan. Terdapat bunga raflesia (Rafllesia sp.) yang merupakan bunga parasit terbesar dan juga tumbuh di Gunung Kinibalu Malaysia. Tumbuhan endemik antara lain Symplocos rayae, Gluta sabahana, Dillenia beccariana, Lithocarpus coopertus, Selaginnella magnifica, dan Tetracera glaberrima.

BukitBakaBukitRayaNationalParkForest

Satwa mamalia yang dapat dijumpai antara lain macan dahan (Neofelis nebulosa), orangutan (Pongo satyrus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubicunda), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), bajing terbang (Petaurista elegans banksi), dan musang belang (Visvessa tangalunga).

Jenis burung yang menetap di taman nasional ini antara lain enggang gading (Rhinoplax vigil), rangkok badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang hitam (Anthracoceros malayanus), delimukan zamrud (Chalcophaps indica), uncal kouran (Macropygia ruficeps), kuau raja (Argusianus argus grayi), dan kuau kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri). Kuau kerdil merupakan satwa endemik pulau Kalimantan yang paling terancam punah akibat kegiatan manusia di dalam hutan.

Masyarakat asli yang berada di sekitar taman nasional merupakan keturunan dari kelompok suku Dayak Limbai, Ransa, Kenyilu, Ot Danum, Malahui, Kahoi dan Kahayan. Karya-karya budaya mereka yang dapat dilihat adalah patung-patung kayu leluhur yang terbuat dari kayu belian, kerajinan rotan/bambu/pandan dan upacara adat.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Bukit Baka. Pendakian, menyelusuri sungai dan pengamatan satwa/tumbuhan. Bukit ini mempunyai ketinggian 1.620 meter dpl, dan sering ditutupi kabut dengan suhu udara antara 15° – 20°C. Puncak Bukit Baka dapat ditempuh sekitar tujuh jam perjalanan dari Dusun Nanga Juoi Kecamatan Manukung.
Bukit Raya. Pendakian, menyelusuri sungai dan pengamatan satwa/tumbuhan, wisata budaya. Ketinggian Bukit Raya sekitar 2.278 meter dpl, suhu udara antara 7° – 10°C. Lama pendakian dari Nanga Jelun-dung, dusun Rumokoy, Mihipit, Hulu Labang, Birang Merabai sampai ke puncak bukit sekitar 3-4 hari.
Sungai Senamang, Sepan Apui dan Sungai Ella. Arung jeram, sumber air panas, padang pengembalaan rusa, pengamatan satwa dan air terjun.

bukit-raya

Atraksi budaya di luar taman nasional:
Kaburai. Stasiun Pelatihan dan Penelitian Kehutanan yang terletak di Dusun Kaburai. Tumbang Gagu. Melihat rumah panjang tradisional suku Dayak (Betang).

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya

 Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Danau SentarumWisata Alam Gunung Palung, Wisata Alam Gunung Poteng SingkawangTaman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat

p_sentarum

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan.

Visit Danau Sentarum-5

Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.

161t

Taman Nasional Danau Sentarum memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri).

Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya. Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana tinggi air di Sungai Kapuas berangsur-angsur turun, air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di sungai tersebut relatif stabil. Akhirnya pada saat puncak musim kemarau, keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah yang luas. Ikan-ikan yang tadinya berada di danau, akan terlihat di kolam-kolam kecil.

Untitled-10

Kehidupan masyarakat yang berada di sekitar taman nasional yaitu suku Dayak Iban, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan masih tradisional. Rumah panjang (Betang) yang dihuni oleh suku tersebut beragam besarnya, ada yang dihuni lima sampai delapan kepala keluarga dan ada yang dihuni 15 sampai 30 kepala keluarga. Rumah panjang yang dihuni 15 – 30 kepala keluarga, mempunyai panjang rata-rata 186 meter dan lebar 6 meter. Kehidupan di rumah betang memperlihatkan suatu kerukunan, kepolosan dan keramahtamahan suku tersebut, dan biasanya wisatawan akan disuguhi tarian dayak.

Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Kura-Kura BeachWisata Alam Gunung Palung, Wisata Alam Gunung Poteng SingkawangTaman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat

Taman Nasional Betung Kerihun (sebelumnya Gunung Bentuang) adalah taman nasional yang terletak di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1992, dan memiliki wilayah seluas 8.000 km² (3.100 mil²). Bersama dengan Lanjak Entimau di Malaysia, taman nasional ini telah diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

p_betung

Sebagian besar keadaan topografi Taman Nasional Betung Kerihun berupa perbukitan, dari bentangan Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun, sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

bentang-alam-7-taman-nasional-betung-kerihun

Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS): Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan dan Embaloh. Untuk menuju kawasan Taman Nasional Betung Kerihun harus melalui sungai-sungai tersebut.

bentang-alam-4-taman-nasional-betung-kerihun

Taman nasional ini memiliki delapan tipe ekosistem hutan seperti hutan dataran rendah, sekunder tua, Dipterocarpus, sub-montana, dan montana; dengan keanekaragaman tumbuhan bernilai tinggi sebanyak 1.216 jenis yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Sebanyak 14 jenis merupakan “catatan baru” di Indonesia diantaranya Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata dan Shorea peltata, serta 13 jenis palem merupakan “catatan baru” di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.).

bentang-alam-3-taman-nasional-betung-kerihun

Terdapat kurang lebih 48 jenis mamalia termasuk 7 jenis primata diantaranya klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), orangutan (Pongo satyrus), klampiau (Hylobates muelleri), kepuh (Presbytis frontata frontata), dan kokah (P. femoralis chrysomelas); 301 jenis burung yang terdiri dari 151 genus dan 36 famili, 15 jenis burung migran, dan 24 jenis endemik Kalimantan; 51 jenis amfibia, 52 jenis reptilia, 170 jenis insekta dan 112 jenis ikan.
Satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat adalah orangutan (Pongo satyrus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa Kalimantan (Hylobates muelleri), klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), dan kancil (Tragulus napu borneanus).

Diantara keluarga Bucerotidae yang terdapat di taman nasional ini, yang paling menonjol adalah burung julang emas (Aceros undulatus) dan enggang gading (Rhinoplax vigil) yang merupakan maskot satwa Propinsi Kalimantan Barat.
Taman Nasional Betung Kerihun diusulkan sebagai Cagar Lintas Batas dengan Lanjak Entimau Wildlife Reserve di Serawak.

betung09

Selain memiliki keanekaragaman tumbuhan/satwa dan seolah tiada akhir; aliran anak sungai yang sangat jernih berasal dari air terjun/riam di puncak bukit; suara kicauan burung dan pekikan dari berbagai satwa, kesemuanya dapat disaksikan dan dirasakan di dalam taman nasional.

Seperti halnya penduduk asli pedalaman Kalimantan umumnya, masyarakat yang berada di sekitar taman nasional ini sebagian besar berasal dari suku Dayak. Terdiri dari kelompok suku Dayak Iban, Dayak Taman dan Dayak Bukat. Salah satu kebiasaan yang cukup unik dari mereka adalah menggunakan “Tato” pada kulit.

Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Kura-Kura BeachWisata Pantai Pasir Pendek Singkawang, Wisata Alam Gunung Poteng SingkawangWisata Pantai Mimi Land atau Batu Payung

Wisata Alam Gunung Poteng Singkawang, Kalimantan Barat

Gunung Poteng adalah salah satu kawasan yang termasuk dalam hutan Cagar Alam Raya Pasi dengan luas 3.700 ha yang telah ditetapkan sesuai SK Menhut Nomor 111/Kpts-II/1990 pada tanggal 20 Mei 1978 ini memiliki beraneka ragam pesona alam yang indah. Merupakan tempat wisata alam bagi yang menyukai hobi berpetualang menjelajah hutan. Di kawasan inilah tempat tumbuhnya bunga rafflesia tuan mudae, anggrek singkawang (Dendrobium Singkawangense), bunga law belacan (Rhizanthes Zippelii) serta berbagai jenis fauna seperti beruang madu, trenggiling dan landak. Gunung ini menyimpan kekhasan flora seperti Bungai Bangkai (Amorphopallus sp), Bunga Padma Raksasa (Rafflesia Tuan Mudae), Bunga Bintang (Rizhantes Zepelii), dan aneka ragam anggrek yang dilindungi. Beruang madu, trenggiling, dan landak adalah fauna penghuni Gunung Poteng.

gunung poteng
Gunung Poteng adalah tempat wisata alam yang sangat menarik untuk di kunjungi serta sering menjadi media untuk para pendaki dan penjelajah hutan mengekspresikan hobi bertualangnya. Dulunya, Gunung Poteng yang letaknya hanya 9 kilometer sebelah timur Kota Singkawang ini kondisinya masih dalam keadaan alami. Namun, saat ini sejumlah kerusakan ekosistem dan habitat terjadi di kawasan tersebut yang disebabkan penebangan yang dilakukan secara ilegal tanpa memikirkan dampak sosialnya bagi kelangsungan mahluk hidup lainnya.Selain itu, kurangnya perhatian terhadap kawasan Gunung Poteng, membuat pengunjung kurang betah berlama-lama, seperti rusaknya infrastruktur jalan menuju lokasi dan sarana pendukung lainnya untuk pengembangan kawasan. Sehingga hal ini menjadi agenda Pemkot Singkawang untuk lebih memperhatikannya.Sebab keaslian alam serta keunikan yang terdapat di kawasan tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modalnya yang dapat menimbulkan multiplier effect bagi pembangunan daerah sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud.poteng-2

salah satu wisata Alam yang indah di Kota Singkawang, Kalimantan barat, Indonesia yang memiliki berbagai fasilitas seperti :

  • Penginapan desa
  • Pemandangan Alam pegunungan
  • Restoran & Cafe kampung
  • Kolam Pemandian
  • Sungai Alami indah
  • DLL.

Bulan November sampai dengan Januari, adalah saat yang tepat untuk berwisata sekaligus menikmati kuliner durian Poteng. Tersedia pondok-pondok penunggu durian, banyak wisatawan dari berbagai daerah berkunjung untuk menikmati buah durian asli Poteng yang memiliki kenikmatan rasa tersendiri, didukung segarnya hawa pegunungan.
DSC_0772Kerusakan ekosistem dan habitat disebabkan oleh penebangan liar di Gunung Poteng, menjadi masalah yang menghantui kelestarian alamnya. Keaslian dan keaneragaman hayati dari Gunung Poteng harus tetap dijaga,  potensi ini merupakan salah satu penghasilan dari wisata daerah yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Kura-Kura BeachWisata Pantai Pasir Pendek Singkawang, Sinka Zoo SingkawangWisata Pantai Mimi Land atau Batu Payung

Wisata Alam Pantai Kura Kura Beach Singkawang, Kalimantan Barat

Pantai Kura Kura dalam kurun waktu satu tahun mulai dikenal. Pantai terletak di Kabupaten Bengkayang. Untuk mencapai lokasi wisata itu, dari Pontianak harus menempuh jalan sekitar 110 km selama 3 jam untuk sampai ke Tanjung Gundul. Sampai dilokasi kita akan terpesona melihat keindahan alam. Terlihat dua Cottage dan satu Dangau. Tempat itu semuanya terbuat dari bahan-bahan alam. Dindingnya terbuat dari kayu, atapnya dari Rumbia, lantainya dari batu bata dan arsitekturnya menyerupai rumah penduduk di kampung.

 kura 29098_119763584732257_6023532_n

Satu Cottage dipergunakan untuk tempat tinggal, disitulah pemilik dan pengelola Pantai Kura Kura menetap. Satu Dangau dan Cottage diperuntukan bagi turis ataupun tamu yang berkunjung ke sana. Dalam Cottage berukuran 7 x 10 meter ada dua kamar, sedangkan di Dangau tidak ada kamar.

Sekitar sepuluh meter dari tempat itu, terlihat jelas hamparan pasir berwarna kuning emas yang bersih. Bibir pantai yang landai dan masih asri itu, yang dikelola sekitar 700 meter. Air laut nan biru semakin menambah suasana pantai indah. Melalui pantai itulah kerap kali Kura Kura (Binatang langka yang dilindungi,red) naik ke darat untuk bertelur. Ketika hari mulai senja di ufuk Barat tampak matahari tenggelam, maka pemandangan alam yang indah dapat disaksikan. Keindahan alam karunia Illahi, tak akan dapat dijumpai seperti negara yang memiliki empat musim.

Pemandangan ke arah laut natuna yang luas dan terlihat jelas beberapa pulau. Seperti pulau Kabung dan Penata. Saat malam menjelma, tak ada cahaya listrik di pantai Kura Kura. Hanya mengandalkan sinar bulan dan cahaya bintang dilangit. Terasa indah ketika kita menikmati syahdunya alam pantai ketika malam hari.
Di Cottage pun, tak akan kita jumpai terangya lampu listrik. Yang ada adalah cahaya lampu minyak, yang bersahabat dengan lingkungan. Suasana kampung sangat terasa.1

Menurut Charlie Robertson dan Siska Robertson pemilik dan pengelola Pantai Kura Kura, sudah setahun lebih mereka menetap di lokasi pantai. melihat potensi alam yang indah, maka daerah itu dikelola untuk kepentingan wisata. tujuan utama adalah bagi turis luar negeri. Karena turis luar akan sangat tertarik dengan objek wisata yang alamnya masih asli. “Suasana pantai tetap kami pertahankan agar tetap asli. Kita tidak ingin pantai ini terlalu banyak dibenahi,” katanya.

Menurut warga asal Skotlandia itu, sejak pantai kura kura (Kura Kura Beach) dikenalkan ke mancanegera, sudah ada beberapa turis asing yang menikmati keindahan alam di pantai. Sebut saja turis dari Slovenia, Amerika Serikat dan Belanda pernah berkunjung. Umumnya turis menikmati keaslian alam lebih dari satu minggu. Mereka betah mandi di pantai, berjemur dipasir dibawah sinar matahari, menikmati sunset, dan menikmati angin malam dibawah temaran cahaya bintang di langit. Bosan dengan suasana dipantai, turis berkunjung ke kampung yang tak jauh dari pantai. Mereka berbaur dengan masyarakat tradisional. “Turis asing sangat tertarik dengan suasana alam yang masih asli dan suasana perkampungan yang tradisional.

Kedepannya untuk pantai kura-kura. Mungkin kedepan perlu dipertimbangkan agar di Pantai ini ada dapat sinyal,” harapnya. Pengembangan ke depan, pasangan suami istri ini menginginkan, dunia pariwisata di Kalbar ini harus mempunyai jaringan yang terpadu. Organsisasi pariwisata, pengusaha travel dan transportasi serta pengelola objek wisata harus memiliki jaringan dalam mengembangkan wisata. Sehingga turis yang datang dapat merasakan pelayanan yang optimal, dan keamanan mereka terjamin. ” Bila kenyamanan dan keamanan dari turis asing yang berkunjung ke kalbar ini terjamin maka objek wisata di Kalbar akan banyak lagi dikunjungi turis.

29098_119763558065593_7017593_n

Baca Artikel Lainnya : Sinka Island Park SingkawangWisata Pantai Pasir Pendek Singkawang, Sinka Zoo SingkawangWisata Pantai Mimi Land atau Batu Payung