Menikmati Ayam Oven ala Pontianak di Ayam Oven Pangeran

Beberapa kali saya sempat melihat iklan mengenai ayam oven pangeran ini. Sepertinya gencar. Otomatis saya mencoba untuk mencari tahu apakah makanan ini layak mendapatkan label juara untuk ayam oven pertama yang ada di Pontianak. Saya juga sedikit membaca rasa yang ditawarkan pedas, asam, dan manis membuat saya semakin penasaran karena gaya masak barat dengan rasa dasar masakan china, perpaduan yang sangat membuat saya penasaran. Pasti perpaduan yang sangat lezat dan menggugah selera.

 20140222_115922

Saya menuju Ujung Jalan Alianyang untuk membuktikan itu semua, Apakah benar olahan kuliner ini akan membantu saya menemukan menu baru diluar cara masak goreng dan bakar. Tempat parkirnya lumayan luas dan bersebelahan dengan Ma Mie Mantaff, mungkin satu pemilik, tapi tujuan utama saya adalah menikmati ayam oven, bukan makan mie. Oh ya menurut referensi bacaan saya, ayam oven tentu lebih sehat daripada ayam yang digoreng dan dipanggang.

 20140222_115601Begitu tiba saya langsung disuguhkan tempat duduk lesehan yang besar dan panjang, membuat saya lega untuk menempatinya. Kebetulan pesanan saya cukup banyak ada paket ayam oven pangeran, sayur pucuk ubi, tumis kangkung, tempe tahu bacem dan es buah Pangeran serta es jeruk kecil. Pesanan saya datang bertahap selama kurang lebih 15 menit, satu lagi yang cukup menyenangkan disini, pelayanannya cukup ramah dan lumayan cepat respon.

 20140222_115854Pesanan saya yang datang pertama adalah es buah Pangeran. Buahnya banyak, mulai dari papaya, apel dan semangka juga dengan kuah susu yang banyak, ditambahkan sedikit es batu membuat semakin segar, sesuai dengan harganya Rp 10.000,-. Paket ayam oven saya juga kemudian datang. Terdapat ayam oven, nasi, sambal dan lalapan seharga Rp 17.000,- Ayamnya sendiri lembut dan dibaluri saus manis pedas, sayang rasanya tidak merasuk kedalam ayam, saya juga sebenarnya berharap kulit ayamnya krispi seperti kulit bebek peking yang juga dipanggang. Untuk sambalnya cukup memberikan rasa pedas.

 20140222_115646Untuk sayur pucuk ubinya sendiri seharga Rp 5000,- yang baluri bumbu gulai dengan santan yang tipis saja. Rasanya lumayan gurih sedangkan untuk tahu dan tempe bacemnya berasa manis dan gurih, saya sendiri menyukai tempe bacemnya. Sedangkan untuk tumis kangkungnya datang terlambat, setelah semua makanan habis baru tiba. Sayang tumis kangkungnya kurang rata tingkat kematangannya. Semua keseruan makan saya tutup dengan segelas es jeruk kecil.

 20140222_115900Silakan menjadikan tempat makanan ini menjadi referensi tempat makan, dengan pilhan menu yang cukup beragam dan tentu harga yang masih rasional, tempat yang bersih dan pelayanan yang baik. Dari beberapa penilaian yang bisa saya berikan nilai 7. Semoga tempat makan ini menjadi referensi baru bagi pengunjung blogger saya.

 Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry) 

Menikmati menu Italia ala PAPA’S QUEEN

Saya menuju salah satu tempat nongkrong yang asik, yaitu PAPA’S QUEEN di jalan Suhada no 14. Agak kaget diawal karena tempat ini sendiri tidak lazim untuk dijadikan lokasi tempat nongkrong. Butuh ekstra waktu untuk mencarinya. Masuk dari jalan di sebelah PLN A Yani. Mencari Jalan Suhada berjalan lurus hingga mentok dan berbelok ke kanan. Sungguh butuh perjuangan jika baru pertama kali menyusuri lokasi ini.

 20131130_105652

Sesampainya dilokasi saya juga harus ekstra memantau plang nama Café ini karena tempatnya tidak terlalu besar. Tempatnya begitu apik dengan desain yang anti mainstream. Masuk kedalam dan kita langsung disajikan tempat yang mirip café ala barat. Ada meja panjang didepan kasir dan didekatnya juga ada pemanggang karena mengusung konsep open kitchen, kita bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan makanan disini saat kita memesan. Keterbukaan ini membuat tiada dusta diantara kita. Menurut pemilik ini adalah garasi yang disulap menjadi home café. Saya merasa tidak berada di Pontianak jika melihat desain interior didalam ruangan ini, yang ternyata sebagian besar diimpor dari pulau lain.

 20131130_105430Saya memilih duduk dimeja panjang untuk melihat bagaimana proses memasak disini, pesanan saya jatuh pada PQ Beef Burger with Potato, Steam beef macaroni with brown sauce dan coklat hangat. Dalam hitungan menit coklat hangat saya sudah tersedia, dengan aroma yang sangat saya kenal merknya. Penyajiannya juga ditambahkan cinnamon cookies. Rasanya sangat cocok antara coklat dan kue kayu manis ini. Indahnya sore saya kali ini. Setelah itu pesanan saya steam beef tiba. Disajikan dalam mangkuk alumunium foil dengan asap mengepul dan aroma Italia yang menggoda, aroma keju menyeruak kencang bercampur aroma brown sauce. Saya sengaja tidak mencapurkan saos tomat dan cabe kedalam makanan ini, saya ingin menikmati rasa aslinya.

 20131130_105144Ada macaroni dan daging dapi cincang yang sudah kemungkinan ditumis dengan bumbu terlebih dahulu kemudian diberi brown sauce dan dikukus baru kemudian dihidangkan  Makaroninya sendiri pas tingkat kematangannya. Rasa gurih keju cukup mendominasi makanan ini dan berbalut dengan rasa brown sauce dibarengi dengan aroma parsley, jika memang bukan lidah yang menyukai makanan barat pasti tidak akan bisa menikmati makanan ini. Makanan ini juga memang tidak bisa dinikmati dengan porsi besar, cukup sebagai teman bersantai. Seandainya rasa keji belum terlalu mendominasi, tambahan keju mozzarella dibagian atas pasti menambah lezat lagi.

 20131130_105203Makanan selanjutnya yang hadir dimeja saya adalah beef burger. Saya sempat mengintip patty yang dipanggang dan mengeluarkan aroma yang lezat sekali. “that is the real patty” ini yang ada dibenak saya saat mencium aroma matangnya. Disajikan dengan roti burger, mayonnaise buatan sendiri, keju cheddar, bawang bombai tumis dan sayuran, dengan pelengkap kentang goreng krispi. Makanan ini memang cocok hanya dinikmati untuk bersantai dan porsinya cukup mengenyangkan. Dua hal yang saya sangat nikmati disini, rasa patty yang original dengan bumbu minim yang terpadu seimbang sehingga lebih menonjolkan rasa sapinya, ditambahkan dengan mayo buatan sendiri. Satu hal lagi yang menarik, kentang goreng disini mampu tetap krispi walaupun sudah dingin.

Keramahan pelayanan ditambah suasana yang hommy serta makanan yang premium membuat cukup betah bersantai disini, dengan tambahan wifi dan tv kabel membuat kita bertahan lebih lama lagi untuk menikmati tempat ini. Untuk penilaian lokasi bersantai untuk membunuh waktu saya memberikan nilai 8. Silakan dijadikan sebagai tempat referensi kuliner baru. Salam ngiler dan Yumcezzz.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Menikmati Makanan Padang Rasa Sunda, Ayam Kaleo

Siang ini saya penasaran dengan sebuah iklan dikoran yang menuliskan satu tempat dijalan Uray Bawadi dengan nama Restoran Ayam Kaleo. Awalnya saya berpikir bahwa Ayam Kaleo ini pasti berasa Padang tapi setelah saya baca, kenapa menyediakan saung dan musik ala Sunda? Apa saya yang salah baca dan tangkap atau bagaimana? Saya harus menjawab penasaran dengan  segera mengunjungi tempat ini.

  IMG-20131115-00837

Sembari sedikit saya bercerita mengenai kesalahan persepsi, dimana di Pontianak dan sekitarnya sering sekali mengatakan kalio adalah rendang, padahal rendang padang sangatlah jauh berbeda dengan kalio. Lalu apa kalio? Apa bedanya dengan rendang? Kalio adalah sebutan dari rendang setengah jadi, yang masih berwarna kecoklatan dibanding rendang sebenarnya yang berwarna cokelat kehitaman. Kalio bertekstur lengket dan basah dengan aroma karamel yang kuat, sementara rendang lebih kering, bertekstur kasar, dan mengeluarkan aroma rempah yang tajam. Biasanya kalio lah yang dijual sebagai rendang di Rumah Makan Padang di luar Sumatera Barat karena durasi memasak yang lebih pendek sehingga lebih praktis dan ekonomis untuk disajikan. Selain itu rasanya tidak terlalu pedas dan daging yang dimasak juga tidak sekeras rendang.

Seperti juga rendang, isi kalio biasanya daging sapi, ayam, limpa, hati sapi atau jengkol. Hati, limpa, jengkol, dan kentang biasanya lebih banyak dimasak menjadi kalio karena sering hancur saat diaduk dan terlalu keras saat sudah menjadi rendang. Nah bagaimana? Apakah sudah mulai bisa mengambil kesepahaman dengan saya?

 IMG-20131115-00836Sesampai kelokasi saya menemukan tempat parkir yang lumayan luas dan nyaman. Begitu masuk saya menemukan 2 pilihan lokasi duduk, mau lesehan atau dengan meja kursi. Pembaca blog saya pasti sudah tahu saya akan memilih lokasi yang mana hehehe. Saya datang pada saat makan siang dan cukup padat, untungnya saya menemukan tempat duduk. Jika anda kesini pada saat jam makan harus siap gigit jari jika tidak kebagian tempat duduk. Pramusaji datang sesaat setelah saya duduk. Paket ayam kaleo, sayur asem dan es teh tawar langsung saya pesan untuk menu makan siang saya

Dalam beberapa menit minuman saya datang dan sembari menunggu makanan saya datang, saya sempat mengintip kedapur melalui jendela pesan batas dapur dan ruang saji yang dibuat terpisah, tampak kesibukan yang luar biasa dengan cara kerja yang cukup professional dimana bon pesanan diurutkan agar sesuai antrian, tampak pemilik lalu lalang didalam seperti sedang melakukan quality control. Beberapa saat kemudian pesanan saya datang, sayur asem dan paket ayam kaleo yang terdiri dari ayam kaleo, lalapan nasi dengan taburan bawang goreng dan lalapan. Saya suka disini, tidak pelit bawang goreng.

 IMG-20131115-00840Rasa ayam ini sendiri memang mirip ayam opor yang tipis santan dan bumbu, namun sayangnya cenderung kearah rasa yang lebih manis, ayamnya sendiri matang sempurna dan lembut. Sangat pas dinikmati dengan sambal bajak pedas yang tersaji ditambah dengan lalapan sunda, kemangi, kol dan kacang panjang mentah dilengkapi dengan kemangi serta tambahan tempe goreng. Saya juga memesan sayur asem yang juga cenderung manis. Mungkin juga saya sedikit naas karena sayurannya benar benar sedikit. Lebih banyak kuahnya. Kuahnya yang lumayan bening terasa menyegarkan siang saya ditambah dengan kematangan sayur yang pas dan masih meninggalkan kesan saat dikunyah.

Paketan harga makanan 20.000an keatas dan sayura yang bisa anda tambah sendiri berkisar dari 10.000an. Overall pelayanan disini cukup cepat dan rasa saya beri nilai 7,5. Bisa dijadikan referensi kuliner untuk kota Pontianak. Mungkin terasa baru dari segi nama namun tidak dari segi rasa. Silakan berkunjung dan menikmati ayam kaleo disini. Salam ngiler. Yumcezzzzz….

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Sensasi Cabe di Pondok Balado

Rasa pedas adalah hal yang cukup diminati lidah Indonesia, setelah survey digrup wisata kuliner saya menemukan satu tempat bernama pondok Balado. Saya sempat bertanya apakah sang pemilik berasal dari Minang, ternyata tidak, beliau perpaduan Jogja dan Sambas. Tapi berhubung suka pedas akhirnya diberilah nama tempat ini PONDOK BALADO

Balado adalah teknik memasak khas Minangkabau dengan cara menumis cabe giling dengan berbagai rempah, biasanya bawang merah, bawang putih, jeruk nipis. Berbeda dengan sambal lain yang hanya menggunakan cabe giling sebagai pendamping makanan dengan cara dicelup, balado dihidangkan dengan cara diimasak kembali dengan berbagai jenis masakan seperti dendeng, teri, ikan goreng, ayam goreng, bebek goreng, telur rebus, dan tempe goreng. Tindakan menambahkan cabe dan rempah dipercaya membuat makanan bertambah awet. Di sini tentu kami mencoba banyak jenis makanan, mulai dari masakan jawa, melayu sampai masakan tionghoa.

IMG-20131007-00731Beragam sekali makanan disini. Baik pesanan saya adalah ayam Lombok ijo, tumis toge, sambal teri, dan tahu goreng sebagai cemilan dan tambahan lain adalah ikan kakap asam pedas dengan terong asam yang sudah susah ditemui dikota besar ini. Memang agak cukup lama memasaknya karena pesanan baru akan dimasak dan dihidangkan setelah dipesan. Kita sebagai pelanggan juga bisa melihat memasaknya karena konsepnya semi open kitchen. Semua bumbu yang digunakan pilihan dan segar agar menghasilkan citarasa yang baik. Dalam waktu 15-30 menit masakan akan hadir berurutan. Masalah yang terjadi jika kita memesan kembali untuk menambah menu utama, sudah dipastikan waktu akan bertambah lama karena harus mengantri kembali.IMG-20131007-00733Tantangan lainnya adalah, kita harus lebih sabar jika memesan di jam makan siang Makanan yang saya rasa mantap disini adalah olahan cah toge yang benar benar crunchy dan gurih dengan potongan ikan asinnya, toge pilihan dengan batang yang gemuk serta potongan cabe hijau yang membuat aromanya mengundang makan, saya juga sangat suka dengan sambal petir yang terdiri dari sambel cabe, ikan teri medan dan lemon cui yang benar benar pedes, gurih dan seger. Awesome! Perpaduan kedua menu ini saja sudah membuat saya bergetar penuh kenikmatan ☺. Untuk protein lain seperti ayam Lombok ijo, justru saya anggap sebagai pelengkap, rasa daging ayam yang memang gurih diperkaya dengan sambal cabe hijau yang pedas berbalut aroma terasi membuat saya makin tenggelam dalam kenikmatan, apalagi ditambah dengan kesegaran asam pedas yang segar dan melengkapi seluruh citarasa. Ikan yang segar dengan pengolahan yang tepat apalagi menggunakan terong asam benar benar susah untuk dilupakan. Tepat sekali jika harus menikmati kuliner tradisional dengan bahan yang langka. Ini enak, Serius!IMG-20131007-00735  pecinta pedas, boleh dibilang tempat ini adalah surganya, kita bisa leluasa memesan makanan super pedas, disinilah kita bisa menikmati sensasi cabe cabean. Saya pernah makan sambal teri petir dengan level super pedas yang membuat keringat menetes sekujur tubuh, mata dan telinga merah serta seluruh saluran pencernaan menjadi pedas. Tapi jangan khawatir pedasnya bikin nagih. Bukan pedas yang bikin jera. Serasa ditampar kiri kanan berkali-kali dengan cabe jenis special yang perbandingannya 1 cabe special = 10 cabe rawit. Sensasional ☺ Selain bersabar adalah menemukan lokasi tempat ini, memang tidak mudah, harus benar – benar melihat dengan seksama.

IMG-20131007-00732Pondok Balado Jl. Alianyang, Simpang Empat Jl. Gusti Hamzah ( Pancasila ) Samping RM. Zam Zam. Pasang mata baik – baik jika ingin ketempat ini dan sekali lagi belajarlah untuk bersabar karena semua makanan disini akan diolah pada saat dipesan. Apalagi pada saat jam makan maka harus lebih panjang lagi sabarnya. Overall, makanan disini enak dengan harga yang cukup wajar. Minuman mulai dari 3000,- an dan makanan mulai dari 10.000,- an. Dengan konsep open kitchen paling tidak kita bisa mengontrol kebersihan disini. Jika penasaran, silakan mengintip. Saya bisa memberikan penilaian 7,5 untuk tempat ini dari total keseluruhan. Silakan dijadikan referensi wisata kuliner. Salam Ngences….. Yumcezzz.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

 

Makan Santai Enak di Pondok Murmer

Beberapa waktu yang lalu saat mengunjungi Grup Kuliner, ada postingan mengenai Pondok Murmer. Karena review cukup positif, saya penasaran untuk mencobanya. Pondok Murah Meriah dijalan Prof M Yamin No 666. Nomor rukonya cukup ngeri, mengingatkan saya pada salah satu film horror Omen. Pada saat kesini ruko yang ditempati masih baru dan baru, Pondok Murmer yang eksis disini. Tempatnya bersih, disebelah kiri lesehan dan disebelah kanan menggunakan meja dan kursi.

1390649334271Saat saya datang, tempat ini tidak terlalu ramai, saya bisa segera memilih tempat duduk yang pas menurut saya, pastinya bukan lesehan hehehehe. Setelah saya duduk, pelayan segera datang dan memberikan daftar menu yang segera bisa saya pilih. Kebetulan saya melihat banyak makanan tradisional yang menggugah selera dan tadi dipapan depan saya sempat melihat menu special hari ini adalah rendang jengkol. Saya tidak sabar untuk mencicipi semua makanan.

Pesanan saya kali ini adalah, nasi uduk paket dengan ayam special pondok murmer dan 3 macam sambal. Mulai dari sambal dabu matak, sambal bajak dan sambal teri tempe kacang, ditambah dengan kwee tiaw goreng sapi, sayur keladi, sayur asem dan juga rending jengkol. Minuman saya jatuh ke es tape yang pasti seger disiang ini. Cukup banyak pesanan saya dan sayapun telah banyak menyiapkan ruang kosong untuk perut ini.

Makanan saya yang muncul pertama adalah nasi komplit beserta 3 jenis sambal dan sayur asem dengan isian ayam goreng, tahu dan tempe bacem, nasi uduk, sayur asem dan 3 jenis sambal dengan harga Rp 18.000,-. Pertama mata saya langsung tertuju dengan tampilan  saya langsung mencicipi sayur asem yang disediakan, rasanya cukup enak tapi tidak ada yang special, cuman menurut saya nangka mudanya perlu lebih lama lagi merebusnya. Untuk sambal yang disajikan, yang cukup menarik saya adalah sambal matak, rasa gurih minyak kelapa dengan dominasi rasa cabe dan bawang merah membuat rasa semakin kaya. Walaupun tidak begitu pedas tapi membuat saya bernafsu untuk makan lagi

IMG-20130925-00702Saya juga tidak sabar untuk mencoba sayur keladi yang tersaji dimangkok cantik dan pas untuk 1 porsi. Rasanya yang gurih, pedes dan sedikit asam membuat saya menyukai rasa ini. Kalau biasanya dirumah, menu ini disajikan lebih banyak umbinya, namun di Pontianak biasanya lebih banyak batang dan daunnya. Aroma daun salam yang kencang membuat makanan ini makin membuat saya ngiler. Belum lagi hidangan rending jengkol seharga Rp 5000,- ini. Membuat saya penasaran dengan rasanya. Saat pertama kali mencium, hapir tidak ada aroma jengkol, dikunyahpun lembut dan bumbu gurih pedas langsung lumer dengan jengkol. Saya suka rasa rending jengkol pondok murmer ini. Anda harus mencobanya! Yumces! Saya puas dengan sayur keladi dan rending jengkol disini.

IMG-20130925-00703Selesai mencicipi itu, saya mencoba melirik kwee tiaw goreng yang sudah saya pesan tadi. Tampilannya sangat sederhana, warnanya masih pucat dan terdapat potongan daging dan basu serta sayuran didalamnya. Saya juga melihat taburan bawang goreng dan daun bawang. Sayang sekali dalam kondisi agak dingin terdapat gumpalan lemak putih disana sini. Saya agak kurang berminat untuk mencoba, namun sepertinya ini akan sangat lengket dimulut, Saya mengurungkan niat untuk mencoba kwee tiaw goreng seharga Rp 10.000,- ini.

Saya melanjutkan mencoba es tape ketan hitam yang sangat menggoda saya, kesegarannya sudah terasa saat suapan pertama. Rasa manis dan aroma khas tape langsung memenuhi mulut saya. Hmmmm menyenangkan sekali bisa menikmati es ini saat siang begini. Saya piker ini merupakan penutup makan siang saya yang sempurna. Silakan mencoba berbagai jenis makanan disini. Banyak sekali jenis yang bisa anda nikmati dengan bahagia. Dari nilai 1-10, saya akan memberikan nilai 7,5 untuk tempat makan ini. Silakan mampir di Pondok Murmer untuk mencicipi makanan disini.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Menikmati Temaram Lampu di Bebek Bejo

Namanya cukup menarik, apakah artinya orang yang makan bebek kesini akan beruntung? atau hanya orang beruntung yang bisa makan bebek ini? , entahlah makanannya karena saya belum mencoba. Tempatnya agak menarik karena dipojok perempatan lampu merah jalan Pattimura didepan Kwetiaw Apollo yang tidak pernah pindah. Jika menggunakan mobil, anda harus agak ekstra untuk mencari parkir. Buka di jam makan siang hingga pukul 10 malam membuat saya memutuskan untuk datang pada jam makan siang namun sayang, kedatangan awal saya ada beberapa makanan yang belum hadir. Saya putuskan untuk datang kembali dimalam hari.

 IMG-20130920-00673IMG-20130920-00674Saat masuk kesini, saya disambut dengan cahaya lampu temaram, motif batik dibagian depan dan suara bebek mainan yang menyambut. Didalam terdapat beberapa meja lesehan. Wah gawat, perut saya akan berlipat dan membuat saya susah untuk duduk. Tapi sudahlah, rasa penasaran saya mengalahkan semuanya. Saya ingin mencoba beberapa menu disini, memang berkonsep semacam warung lamongan.

IMG-20130920-00675IMG-20130920-00676Setelah memilih lesehan yang cukup lebar, saya didatangi oleh pelayan untuk menanyakan pesanan. Pilihan saya jatuh di bebek goreng, burung goreng, ayam rica rica, sambal hijau dan korek serta sayur asem. Menu ini semuanya sengaja saya pesan untuk memenuhi rasa penasaran saya. Apalagi ada untuk rica ricanya saya sangat penasaran dengan rasanya. Oh ya tetap saya juga memesan tempe dan tahu goreng sebagai makanan pendamping.

 IMG-20130920-00671

Menunggu sekitar 10 menit minuman dan makanan saya mulai datang satu persatu memenuhi meja. Ayam Rica rica muncul dengan segera, kuah minyak nan kental membalut ayam, dengan rasa yang pedas ditambah dengan kemangi dan cabe merah menghiasi ayam saya. Terlihat menggugah dan enak jika dimakan dengan nasi hangat, seandainya dibagian atas rica rica ini ditambahkan cabe merah segar dan daun kemangi segar pasti menambah rasa dan harum.

Selanjutnya burung goreng yang gurih disajikan diatas meja, burung puyuh ini disajikan utuh dengan kepala, bumbu ungkep ysng dominan bawang putih dan digoreng kering memberikan kenikmatan diliah apalagi dicocol dengan sambal cabe hijau yang pedas dan juara rasanya tanpa ada aroma langu cabe hijau atau dicocol dengan sambal korekpun yang berasa pedas asam dapat memperkaya rasa burung goreng ini.

Tidak lupa kesegaran sayur asem memberikan rasa enteng setelah menikmati makanan berminyak dan gurih ini. Walaupun saya pernah merasakan sayur asem yang lebih yummy tapi ini sudah cukup memberikan setelah menikmati makanan berminyak ini. Jangan lupa memesan es the tawar atau jeruk kecil untuk membuat kerongkongan lebih nyaman.IMG-20130920-00670Overall, cukup menarik untuk mencoba makanan disini, pelanggan harus siap untuk meluangkan waktu ekstra mencari tempat parkir. Bagi yang memiliki perut agak besar siap siap untuk lebih ekstra sabar karena disini hanya menyediakan tempat duduk lesehan. Pelayanan yang cukup baik dan ramah menjadi nilai positif disini. Dari 1 sampai 10 saya membrikan nilai 7,5 untuk makanan disini. Silakan mampir dan bisa dijadikan sebagai referensi tempat makan.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Menikmati Makan Siang Seger di Sambal Colek

Aih, sudah waktunya saya makan siang, kali ini tetap pengen makan yang bikin seger dan seru disiang hari, seperti biasa, lagi ngga kepengen makan karbo karena belagu mau diet. Cuaca kota Pontianak yang lumayan panas membuat saya agak malas untuk mencari tempat yang jauh. Alhasil saya mau mencoba makanan di Sambal Colek di Jalan Diponegoro. Tempatnya berada dideretan ruko yang tidak jauh dari belokan Kwe Tiaw Antasari.

 IMG-20130305-00067

Menu disini yang jadi andalan katanya sih iga bakar, tapi kenapa tempatnya ada sambal colek ya? Setelah saya teliti tidak begitu banyak sambal aneh yang tersedia disini, menurut saya semuanya sambal standar, seperti sambal manga, sambal teri, sambal terasi dan sambal bajak yang menurut saya biasa saja. Tapi entahlah, saya belum bertemu pemiliknya sehingga saya belum bisa melakukan wawancara.

 IMG-20130305-00066Dari segi lokasi, memang tempat ini berada dipusat bisnis, walaupun terasa agak sempit dan nyempil diantara beberapa ruko, untung posisinya masih agak dipinggir dan plang namanya lumayan besar sehingga masih mudah dicari. Dibagian dalam kita bisa memilih untuk duduk dikursi meja atau memilih untuk lesehan. Berhubung saya agak mengalami kesulitan duduk dilesehan maka saya akan memilih meja.

Kali ini saya masih keukeuh untuk tetap diet hanya dengan memesan tom yam dan cah kecambah ikan asin (beneran menu diet seimbang) dan memesan hanya es the tawar. Kalau saya boleh sedikit ulik tomyamnya, kali ini kaldu yang disajikan boleh dikatakan sedikit mirip dengan rasa asam dan pedas yang dihadirkan, dengan kuah yang lebih keruh, dalam otak saya mungkin resepnya menggunakan kemiri dan bumbu pasta tapi entah mengapa, susah sekali mencari tom yam dengan daun ketumbar segar didalamnya.

Tapi dari segi isian, saya suka sekali, paling tidak ada 4 jenis jamur dan seafood. Ada ikan, udang dan cumi yang ditambahkan walaupun potongannya kecil tapi terasa manis karena segar. Rasa asam dan pedas dengan tambahan cabe utuh membuat rasanya semakin kaya, sayang makanan ini terasa sedikit manis, mungkin karena ingin disesuaikan dengan lidah lokal, namun menurut saya sedikit mengubah rasa.

Untuk tumisan kecambah dan ikan asinnya cukup membuat saya menikmati makanan disini, kecambah yang dimasak dengan tingkat kematangan yang pas ditambah dengan isi ikan asin jambal yang digoreng kering semakin menambah rasa nikmat, potongan cabe merah dan daun bawang semakin memperkaya rasa, walaupun hanya ditumis menggunakan bumbu dasar bawang putih yang dikeprak, tumis kecambah ikan asin ini cukup nikmat jika dinikmati dengan sambal yang super pedas dan nasi hangat. Sangat menyenangkan.

Oh ya, saya juga sempat mencoba sambal mangganya, rasanya yang segar dan gurih makin membuat segar suasana makan siang saya namun masih belum menemukan rasa yang special. Saya malah penasaran dengan sambal yang diandalkan disini karena mengusung nama sambal colek dan masih penasaran dengan iganya apakah benersn special?

Keseluruhan makanan disini rasanya tidak mengecewakan, cukup membuat saya menikmati makan siang disini. Silakan untuk mengunjungi tempat ini dan menambahkannya kedalam tempat referensi kuliner anda. Saya memberi nilai 7 untuk tempat dan makanan disini, silakan berkomentar dan selamat menikmati wisata kuliner anda.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Menikmati Makan Siang ala Eropa di Breeze Cafe

Siang ini saya mendapat kiriman Broadcast Message black berry tentang pembukaan tempat makan baru, Wah, pastinya ini merupakan salah satu referensi kuliner baru. Wah lumayan nih, dari menu menu yang ditawarkan lumayan membuat penasaran untuk mencobanya. Setelah jam makan siang, sayapun segera menuju BREEZE café di jalan Hijas 36-38 untuk menikmati menu menu yang ada disana. Kebetulan juga hari selasa 24 September 2013, tempat ini baru saja buka. Kalau dibilang café sepertinya kurang cocok karena menu yang disajikan lebih mirip restoran.

 suasana dalam Breeze

Sampai disana, tempat yang lumayan luas dengan meja kursi ala restoran cepat saji dihadirkan didalam ruangan ini, pelayan dengan ramah membuka pintu, menyapa, menghampiri pelanggan serasa membawa buku menu dan menawarkan berbagai menu yang ada disini, mulai dari makanan pembuka, utama dan penutup serta minuman. Kita bisa memesan 2 jenis makanan ala asia atau western atau bisa menggabungkan keduanya. Oh ya, jangan tertipu dengan konsep meja kursi ala makanan cepat saji karena makanan disini harganya setara kelas restoran.

 cappucinno Mushroom Cream SoupManager restoran, Lenny langsung menghampiri saya dan langsung memberikan pelayanan, setelah melihat beberapa menu yg cukup menarik, saya memesan makan lengkap. Untuk makanan pembuka, saya memesan Cappuccino Mushroom cream sup, Chicken steak dengan Barbeque saos dan ditutup dengan Green tea Pancake. Untuk minuman saya memesan Lusty Lime Virgin. Setelah selesai memesan, pelayan langsung mengulang pesanan dan mempersilakan kami menunggu. Boleh dibilang, cukup lama juga menunggu, untuk minuman, saya harus menunggu kurang lebih 15 menit dan untuk makanan pembuka lebih dari 20 menit untuk menunggu.

 Lime VirginMinuman saya Lusty Lime Virgin datang, minuman ini seharga Rp 22.000,- merupakan minuman lime dengan daun mint segar didalamnya serta ditambah sirup gula. Rasanya yang menurut saya pas dan segar ditambag dengan daun mint segar yang susah sekali didapatkan di Pontianak memberikan nilai plus diminuman ini. Setelah 20 menitan, makanan pembuka saya datang, Cappuccino Mushroom cream sup disajikan dengan sepotong Garlic Bread. Ekspektasi saya ternyata meleset, saya piker makanan ini akan berasa cappuccino yang kencang, ternyata lebih berasa gurih dan mushroom yang lebih berasa, namun menurut saya cream sup ini masih terlalu encer, masih kurang kental.

Setelah mencelup celupkan garlic bread kedalam sup saya kurang lebih 10 menit, makanan utama saya chicken steak muncul, pilihan daging ayam memang baik, seandainya tidak terlalu kering pasti enak sekali, saya suka juga dengan bumbu sayurannya, ditambah lagi dengan kentang gorengnya yang enak dan saos babeque yang menggoda hati. Pas sekali untuk menambah rasa makanan saya.

 Chicken Steak with Barbeque sauceMakanan penutup saya adalah Pancake green tea seharga Rp 20.000,- yang dibuat bertingkat dengan tiap lapisannya diberi krim green tea dan dihiasi dengan susu coklat, astor dan cherry, tampilan yang sangat menggoda mata saya dan langsung ingin menikmatinya sebagai penyelesaian rangkaian makan siang saya, pancakenya mungkin bisa saja namun dengan tambahan krim green tea dengan rasa dan aroma yang kencang menambah rasa.

 Pancake Green TeaSetelah selesai makan komplit kali ini saya pun segera menyelesaikan pembayaran dikasir, memang sempat terjadi kesalahan dalam pembayaran dimana makanan yang saya pesan dikalikan 2, padahal saya hanya memesan 1 porsi, untung pelayanan after servicenya sangat baik. Komplain saya diselesaikan dengan segera dan kelebihan pembayaran saya segera dikembalikan dan tentu dengan sopan dan permohonan maaf.

Dari semua yang disajikan, anda dapat menikmati makan ala barat dengan 3 jenis makanan. Bisa dijadikan pilihan untuk makan bersama pasangan karena cukup nyaman, pelayanan juga baik. Silakan untuk dimasukkan kedalam  referensi kuliner anda. Dari semuanya saya memberikan nilai 8 dari 10. Selamat berwisata kuliner

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Makan Siang Semangat di Ayam Dadakan

Perjalanan kuliner saya terus berlanjut, banyak tempat makan yang terus berkembang di Kota Pontianak ini, semuanya berlomba lomba menyajikan makanan dengan bumbu yang khas dan memiliki signature dish nya masing masing. Bagaimana dengan pembaca tulisan saya? Apakah sudah memiliki tempat makan favoritnya masing –masing? Mudah-mudahan sudah memilikinya dengan pilihan menu yang tepat. Kalau ada dari pembaca blog saya yang suka makan dibeberapa tempat, beda dengan saya yang suka bereksperimen mencari tempat makan baru dan mencoba berbagai menu makanan baru.

   Paket Ayam Rendang dadakan

Kali ini saya mencoba menikmati makanan di Ayam Dadakan yang berada di jalan Putri Candramidi, dengan tempat parkir yang lumayan luas dan beberapa lokasi pilihan menikmati makanan, ada meja couple dan family dibagian luar dan dalam, ada juga pilihan lesehan dibagian tengah dan bagian dalam. Saay masuk beberapa pelayan akan memberikan salam secara bersama-sama dan mempersilakan untuk memilih tempat duduk setelah duduk maka pelayan segera mempersilahkan untuk memilih menu makanan dengan menyodorkan buku menu. Disini juga berusaha menghadirkan konsep alami dengan memasang beberapa anyaman bambu, ditambah lagi ada tempat bermain anak.

IMG-20130629-00465Menurut beberapa teman icip icip saya, ada beberapa makanan yang enak disini. Saya tidak segan untuk bertanya kepada pelayan, apa makanan yang paling special ditempay ini. Sang pelayan menganjurkan saya untuk menikmati ayam rendang yang merupakan andalan disini. Saya memilih ayam rendang dengan nasi uduk serta menu tambahan ayam dan tempe bacem serta tumis pakis sebagai tambahan. Tidak lupa minuman yang saya pilih adalah susu cincau dan penetral rasa, es teh tawar. Sekitar 10 menit, makanan saya mulai hadir satu persatu, pelayanan boleh dibilang cukup cepat karena saya datang lebih awal dari jam makan siang.

Tempe Tahu BacemSaya sempat penasaran kenapa namanya ayam dadakan, ternyata ini akibat dari konsep yang medadak dan segera diwujudkan, dapat terlihat pada saat saya datang masih ada beberapa pengerjaan yang sedang berjalan, kembali menuju pilihan makanan saya, ayam rendang. Memang kita lebih familiar dengan olahan daging untuk dijadikan bahan pembuatan rendang. Boleh dibilang ayam disini mempunyai tekstur yang baik tidak keras dan tidak hancur, pas untuk dinikmati. Asal sambalnya juga mendukung, pasti makanan ini bisa menjadi andalan. Jangan sampai sambal yang dihadirkan justru merusak rasa bumbu rendang. Karena menurut saya cukup susah mencari jenis sambal yang cocok dengan bumbu rendang.

Saat saya menikmati ayam rendang, sedikit aroma bumbu yang sedikit gosong, sedikit mengganggu tapi masih bisa dinikmati. Tumis kangkung yang disajikan juga cukup membuat lidah saya bergoyang. Pesanan tambahan tahu dan tempe bacemlah yang menurut saya juara di makanan kali ini, pas sekali bumbunya, pilihan dan potongan tahunya sudag tepat. Tempe dan tahu yang sudah dibacem lalu digoreng dengan minyak sebentar menciptakan rasa yang gurih dengan tempe dan tahu yang tetap lembut. Sungguh rasa yang pas. Apalagi cincau susu ini juga membuat makan siang saya benar-benar nikmat.

Cincau SusuDengan tempat yang lumayan luas disertai dengan parkir yang luas ditambah dengan disediakannya tempat bermain anak, rumah makan ini sudah cukup representatif. Saran saya, untuk makanan unggulan yang paling banyak dipesan, perlu quality control yang baik untuk tetap menjaga rasa dan kualitas. Cara memasak yang sudah benar tapi dengan sedikit keteledoran bisa memberikan efek yang berbeda dilidah pelanggan. Untuk pelanggan sendiri, lebih baik makan didalam pada saat siang hari karena cuaca yang panas dan debu trkadang cukup membantu. Dari porsi nilai 1-10 saya bisa memberikan nilai 7,5 untuk rumah makan ini. Semoga bisa menjadi referensi tempat makan di Pontianak.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Bersantai dan Menikmati Dim Sum di Hotel Aston

Saya memang suka makan dan pasti mencari tempat makanan enak, saya pikir semua tukang makan pasti akan melakukan hal yang sama. Menurut saya didunia kuliner ada 2 jenis tukang makan, ada yang makan hanya butuh kenyang dengan harga murah atau juga ada tukang makan yang lebih mementingkan masalah rasa tanpa berpikir harga. Yang penting bisa icip dan menemukan kepuasan itulah tujuan akhir para tukang makan. Lalu kemana tujuan makan saya? Saya mencoba menikmati dimsum di Hotel Aston.

 images-1    di Pontianak memang banyak yang merekomendasikan makan dim sum di Hotel Kini, tapi jika ingin mencoba kelas menengah silakan mencoba Hongkong Kitchen di Foodcourt Vigor. Lalu apa sebenarnya Dim sum? Dim Sum adalah hidangan yang berasal dari Canton, daerah Cina bagian Selatan. Makanan ini bentuknya mungil dan cukup populer serta mendapat tempat bagi pencinta kuliner. Dim Sum disajikan dalam wadah keranjang, biasanya dinikmati untuk sarapan pagi. Dalam perkembangannya, kini Dim Sum dapat dinikmati sebagai bagian dari makan siang, sebelum menu utama dihidangkan.

 Duck5Dim Sum, juga dikenal dengan nama Yum Cha, bisa dihidangkan untuk teman minum teh. Pendamping yang cocok untuk menikmati Dim Sum adalah secangkir teh hangat. Dimsum yang enak adalah dim sum yang langsung dibuat saat dipesan, sehingga kita harus sabar menunggu beberapa saat untuk menikmati hidangan. Ini untuk menjamin semua makanan yang disajikan dalam keadaan hangat dan fresh from the oven.

Duck3Pesanan saya saat ini adalah Hakau Udang dan Siomay, merupakan Dim Sum yang paling disukai dan mendapat tempat bagi penggemar Dim Sum serta wajib di coba, benar benar daging tanpa tepung. Hakau berupa udang yang dibungkus kulit hakau lembut dan hangat dicocol dengan sambal. Selanjutnya adalah Bakpau yang hangat dan lembut, berisi daging yang nikmat di dalamnya, sayang bakpaonya sendiri kurang mengembang dan lembut. Kalau Sensasi rasanya, hmmm …., nikmat di lidah.

imagesSebagai pencinta makanan yang digoreng, tentu saja lumpia udang kulit pangsit, menurut saya sedikit asin, kriuk dan renyah, ada juga yang dimasak menggunakan kuah dimana ada kulit tahu yang diisi dengan ayam, wortel, lobak dan jamur inoki. Ada lagi Phoenix Talons yaitu, Kaki ayam alias ceker. Digoreng, direbus, dan di rendam dalam bumbu saus Douchi kemudian dikukus.Warnanya saat disajikan merah gelap dengan sentuhan lada hitam dan aroma cengkeh yang cukup berasa. Boleh dibilang ini adalah makanan terbaik disini

Duck8Taro Dumpling yaitu Dumpling talas jamur yang kemudian digoreng disajikan dengan topping sambal teri ebi yang sangat gurih, menurut saya kurang sedikit potongan talas agar menambah sensasi kunyahan. Semua sajian makanan ini disajikan dengan saos sambal dan sambal cabe kering. Memang terasa enak sekali sambal ini apalagi kalau dijadikan bahan untuk menggoreng nasi.

Duck4Dengan harga mulai Rp 28.000,- anda sudah bisa mendapatkan sajian, dalam satu porsi terdapat 3-4 buah, sengan ukuran sekali makan. Memang cukup mahal tapi disini benar-benar tanpa campuran tepung, semuanya protein hewani. Silakan datang ke Hotel Aston di Restoran Dynasti untuk menikmati berbagai macam dim sum. Saya boleh berikan nilai 8 dari 10 untuk rasa dan pelayanan disini. Semoga jadi alternative tempat kuliner di Pontianak.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)