Aloe Vera Center | Lidah Buaya Kota Pontianak Kalimantan Barat

Lidah BuayaAloe Vera Center | Lidah Buaya Kota Pontianak Kalimantan Barat

(Latin: Aloe barbadensis Milleer) merupakan sejenis tanaman berduri. Tanaman lidah buaya tak hanya bermanfaat untuk perawatan dan kesuburan rambut anda. Lidah buaya ternyata juga nikmat disantap sebagai minuman segar yang berkhasiat bagi kesehatan. Tanaman ini relatif mudah ditemui di Pontianak, Kalimantan Barat. Biasanya para petani menjual pelepah lidah buaya dengan harga seribu rupiah perkilogram.

Tidak hanya itu, seorang dokter dari zaman Yunani kuno yang bernama Dioscordes, menyebutkan jika salah satu manfaat lidah buaya yakni memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit. Misalnya radang tenggorokan, bisul, rambut rontok, wasir, dan kulit memar, pecah-pecah serta lecet.

Lidah buaya ternyata dapat dijadikan minuman yang sangat nikmat. Caranya relatif mudah. Daun lidah buaya dibelah dan diambil dagingnya kemudian dipotong-potong menjadi kecil-kecil. Untuk menghilangkan lendirnya, lidah buaya dicuci lalu direbus hingga matang agar rasa getirnya hilang. Setelah itu potongan lidah buaya dicampur air gula atau sirup atau es batu. Maka jadilah minuman segar lidah buaya.

Beberapa unsur vitamin dan mineral di lidah buaya dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami seperti vitamin C, vitamin E, vitamin A, magnesium dan Zinc. Antioksidan ini berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung dan berbagai penyakit degeneratif. 

Lidah Buaya Pontianak termasuk dalam jenis Aloevera Chinensis. Lidah buaya jenis ini dapat terus dipanen sampai umur 12 hingga 13 tahun. Karena jenisnya bagus dan tanahnya yang mendukung, lidah buaya ini dapat berkembang menjadi lidah buaya super karena setiap pelepahnya memiliki berat sekitar 0,8 – 1,2 kilogram. Berbeda dengan lidah buaya Amerika dan Cina yang beratnya hanya 0,5 sampai 0,6 kilogram. Setelah berumur 10 sampai 12 bulan, lidah buaya Pontianak dapat dipaneh setiap bulan. Keunggulan lidah buaya Pontianak sudah diakui dunia. Oleh karena itu, lidah buaya pontianak banyak diekspor ke luar negeri.

Khasiat / Kegunaan minuman Minuman lidah buaya  :
1. Minuman penyegar badan
2. Membantu menyembuhkan :

  • Panas dalam
  • Sariawan
  • Bibir pecah/kering
  • Nafas bau
  • Melancarkan buang air besar
  • Mulut terasa pahit

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
4. Menghilangkan keletihan
5. Menguatkan sel dan jaringan tubuh
6. Meningkatkan metabolisme tubuh
7. Menguatkan paru-paru
8. Obat kencing manis, penambah stamina, penetralisir pencernaan, luka bakar.

Artikel lainnya : Museum Negeri Pontianak , Keraton Kadariah , Tugu Khatulistiwa

Museum Negeri Sejarah Budaya Khas Pontianak Kalimantan Barat

Museum Negeri Pontianak Kaliman BaratMuseum Negeri Provinsi Kalimantan Barat
Jl. Jenderal A. Yani, Pontianak 78121
Telp.                : (0561) 734600, 7078571
Faks.                : (0561) 747518
Website           :  www.museumkalbar.net
Museum Provinsi Kalimantan Barat dirintis sejak tahun 1974 oleh Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Kalimantan Barat melalui Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Permuseuman Kalimantan Barat. Fungsionalisasinya diresmikan pada tanggal 4 Oktober 1983 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Depdikbud, sejak itu Museum Provinsi Kalimantan Barat dibuka untuk umum. Ada empat seksi yang bekerja di museum ini, yaitu seksi edukasi , kelembagaan, koleksi ,peralatan. Museum biasanya mengadakan pameran lukisan yang di tampilkan di selasar museum. Biasanya juga mengadakan lomba cerdas cermat setiap tahun , melukis dan lomba mading. Adapun usaha yang dilakukan supaya masyarakat terutama anak sekolah mengetahui bahwa pentingnya budaya, maka museum mengadakan kegiatan sosialisasi. Ada juga kegiatan museum masuk sekolah.

Museum ini menyimpan di antaranya koleksi Geografika/Geologika berupa peta dan jenis batu-batuan; koleksi biologika, arkeologika, historika, numismatika, dan keramologika berupa tempayan, piring, mangkuk, sendok, dll. yang berasal dari China, Vietnam, Jepang, Eropa, dan keramik lokal Singkawang. Selain menampilkan koleksi yang ada di Ruangan Pameran Tetap I, Museum Provinsi Kalimantan Barat juga menampilkan koleksi replika dan miniatur yang berada di plaza Jangkar kapal dagang asing.

Aktivitas Museum meliputi pameran, bimbingan kepada pengunjung, karya tulis, konservasi/preparasi koleksi, survei, pengadaan koleksi, ceramah, sarasehan, sosialisasi, diskusi, penelitian, lomba lukis, cerdas cermat, dll.
Dari adat dayak yang terkesan seram, beralih ke koleksi adat melayu Pontianak. Satu kata yang terucap dari buda’-buda’ pontianak (buda’-buda’: panggilan teman-teman atau sekolompok orang sebaya) yaitu ‘GLAMOUR’. Kenapa dikatakan glamour? Karena dari koleksi yang ada di museum ini kebudayaan melayu di pontianak dikaitkan dengan barang-barang mewah semacam gramofon, alat musik yang lengkap yang biasa digunakan musisi-musisi jazz serta kain-kain emas dan perhiasan yang membuat silau mata. Ditunjukkan pula betapa glamournya suatu adat pernikahan masyarakat melayu yang dilengkapi dengan ritual-ritual yang mengiringinya. Yang paling menonjol dan berkesan yakni budaya betangas yang hingga kini masih membudaya, antara lain mandi uap untuk membersihkan kotoran sebelum menikah.

Artikel lainnya : Keraton Kadariah , Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa di Pontianak KalBar

Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalbar

Tugu Khatulistiwa Pontianak di bangun pada tanggal 31 maret tahun 1928 oleh Tim Ekspedisi Geografi Internasional yang di pimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda, yang dilakukan secara Astronomi, artinya bahwa Pengukuran yang mereka lakukan tanpa mempergunakan alat yang canggih seperti Satelit atau GPS, mereka hanya berpatokan pada garis yang tidak Smooth (garis yang tidak rata/atau bergelombang) serta berpatokan pada benda-benda alam seperti, rasi bintang (ilmu falaq).

Selama ini, titik 0 derajat yg dilewati garis Khatulistiwa hanya ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Namun, mulai 2014, akan ada empat titik baru yang tersebar dari bagian timur hingga barat Indonesia. Sebelumnya, pada Mei 2014 Roy juga meresmikan Tugu Khatulistiwa di Pulau Kawe, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Sedangkan berikutnya, akan tugu yang sama akan diresmikan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Pontianak, dan berakhir di Bonjol, Sumatera Barat.

Tugu Khatulistiwa yang asli terbuat dari kayu belian (kayu besi, atau kayu ulin) terdiri dari empat tonggak yang man 2 buah tonggak bagian depan dengan tinggi 3,05 meter dari permukaan tanah, 2 buah tonggak bagian belakang dengan tinggi  4,40 meter dari permukaan tanah. Keterangan simbol berupa anak panah menunjukkan arah utara – selatan (lintang 0 derajat).  Keterangan simbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan EVENAAR  yang artinya Khatulistiwa (bahasa Belanda) menunjukan belahan garis Khatulistiwa  atau batas utara dan selatan.  Sedangkan plat di bawah arah panah ditulis 109 derajat, 20 derajat artinya garis di Khatulistiwa di kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat  garis Bujur Timur 20 Menit. 00 detik GMT.

Kata Borneo diyakini berasal dari kata “Pigafetta” dan sahabat penjelajah Magellan pada tahun 1521, mereka memberikan nama ‘Burne’ untuk mengambarkan sebuah pulau yang sangat besar, karena pelaut membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk mengelilingi pulau tersebut. Kalimantan adalah tanah yang kaya batubara, minyak, dan gas, dan tetap menjadi salah satu dari sisa cadangan hutan hujan tropis terbesar di Indonesia.

Jika ingin berkunjung ke Keraton Pontianak, SIlahkan Baca Artikel : Keraton Kadariyah Pontianak

Keraton Kesultanan Kadariyah Pontianak

KRATON KESULTANAN KADRIYAH PONTIANAK

Berkunjung ke Istana Kadariyah pada sebelah petang. Istana ini merupakan peninggalan kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada 14 Rejab 1185 H bersamaan 23 Oktober 1771M dan terletak 4 km dari pusat kota dan terletak di Kampong Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Istana ini masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Singahsana, Kaca Pecah Seribu, Al-Quran tulisan tangan dan salasilah keturunan Sultan Pontianak dari sultan pertama, Sultan Sharif Abddurahman Alkadrie hingga kepada sultan kelapan, Sultan Syarif Hamid Alkadrie yang memerintah pada tahun 1945.

Pada bagian depan, tengah,  dan kiri depan istana pengunjug dapat melihat meriam kuno buatan Perancis dan Portugis. Dari sini, pegunjung juga dapat melihat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Masih di ruangan ini, pengunjung juga dapat melihat  genta,  sebuah alat yang dulunya dipakai untuk penanda adanya marabahaya. Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”.Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan dan arca- arca.

Kata Pontianak sendiri berasal dari nama hantu wanita dalam bahasa Melayu, yang di Jawa dikenal dengan Kuntilanak. Konon ketika tengah menyusuri sungai kapuas untuk membuka kerajaan baru, di suatu tempat yang kini bernama Batulayang, rombongan kapal kakap Syarif Abdurrahman Alkadrie diganggu hantu-hantu wanita tersebut. Sultan pun menghentikan rombongan dan memutuskan untuk bermalam di tempat itu.

Terlepas dari bagaimanapun kondisi fisik peninggalan bersejarah tersebut saat ini, berdiri kembalinya kesultanan Kadriah menyemburatkan harapan baru hati umat Islam Pontianak. Gerbong peradaban yang didirikan Syarif Abdurrahman itu akan kembali berderak, menyongsong terbitnya fajar baru kejayaan Islam, yang berbasis visi awal kesultanan Kadriah, yakni “tahta untuk dakwah.”

Artikel lainnya : Tugu Khatulistiwa

Menikmati Ayam Oven ala Pontianak di Ayam Oven Pangeran

Beberapa kali saya sempat melihat iklan mengenai ayam oven pangeran ini. Sepertinya gencar. Otomatis saya mencoba untuk mencari tahu apakah makanan ini layak mendapatkan label juara untuk ayam oven pertama yang ada di Pontianak. Saya juga sedikit membaca rasa yang ditawarkan pedas, asam, dan manis membuat saya semakin penasaran karena gaya masak barat dengan rasa dasar masakan china, perpaduan yang sangat membuat saya penasaran. Pasti perpaduan yang sangat lezat dan menggugah selera.

 20140222_115922

Saya menuju Ujung Jalan Alianyang untuk membuktikan itu semua, Apakah benar olahan kuliner ini akan membantu saya menemukan menu baru diluar cara masak goreng dan bakar. Tempat parkirnya lumayan luas dan bersebelahan dengan Ma Mie Mantaff, mungkin satu pemilik, tapi tujuan utama saya adalah menikmati ayam oven, bukan makan mie. Oh ya menurut referensi bacaan saya, ayam oven tentu lebih sehat daripada ayam yang digoreng dan dipanggang.

 20140222_115601Begitu tiba saya langsung disuguhkan tempat duduk lesehan yang besar dan panjang, membuat saya lega untuk menempatinya. Kebetulan pesanan saya cukup banyak ada paket ayam oven pangeran, sayur pucuk ubi, tumis kangkung, tempe tahu bacem dan es buah Pangeran serta es jeruk kecil. Pesanan saya datang bertahap selama kurang lebih 15 menit, satu lagi yang cukup menyenangkan disini, pelayanannya cukup ramah dan lumayan cepat respon.

 20140222_115854Pesanan saya yang datang pertama adalah es buah Pangeran. Buahnya banyak, mulai dari papaya, apel dan semangka juga dengan kuah susu yang banyak, ditambahkan sedikit es batu membuat semakin segar, sesuai dengan harganya Rp 10.000,-. Paket ayam oven saya juga kemudian datang. Terdapat ayam oven, nasi, sambal dan lalapan seharga Rp 17.000,- Ayamnya sendiri lembut dan dibaluri saus manis pedas, sayang rasanya tidak merasuk kedalam ayam, saya juga sebenarnya berharap kulit ayamnya krispi seperti kulit bebek peking yang juga dipanggang. Untuk sambalnya cukup memberikan rasa pedas.

 20140222_115646Untuk sayur pucuk ubinya sendiri seharga Rp 5000,- yang baluri bumbu gulai dengan santan yang tipis saja. Rasanya lumayan gurih sedangkan untuk tahu dan tempe bacemnya berasa manis dan gurih, saya sendiri menyukai tempe bacemnya. Sedangkan untuk tumis kangkungnya datang terlambat, setelah semua makanan habis baru tiba. Sayang tumis kangkungnya kurang rata tingkat kematangannya. Semua keseruan makan saya tutup dengan segelas es jeruk kecil.

 20140222_115900Silakan menjadikan tempat makanan ini menjadi referensi tempat makan, dengan pilhan menu yang cukup beragam dan tentu harga yang masih rasional, tempat yang bersih dan pelayanan yang baik. Dari beberapa penilaian yang bisa saya berikan nilai 7. Semoga tempat makan ini menjadi referensi baru bagi pengunjung blogger saya.

 Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry) 

Menikmati menu Italia ala PAPA’S QUEEN

Saya menuju salah satu tempat nongkrong yang asik, yaitu PAPA’S QUEEN di jalan Suhada no 14. Agak kaget diawal karena tempat ini sendiri tidak lazim untuk dijadikan lokasi tempat nongkrong. Butuh ekstra waktu untuk mencarinya. Masuk dari jalan di sebelah PLN A Yani. Mencari Jalan Suhada berjalan lurus hingga mentok dan berbelok ke kanan. Sungguh butuh perjuangan jika baru pertama kali menyusuri lokasi ini.

 20131130_105652

Sesampainya dilokasi saya juga harus ekstra memantau plang nama Café ini karena tempatnya tidak terlalu besar. Tempatnya begitu apik dengan desain yang anti mainstream. Masuk kedalam dan kita langsung disajikan tempat yang mirip café ala barat. Ada meja panjang didepan kasir dan didekatnya juga ada pemanggang karena mengusung konsep open kitchen, kita bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan makanan disini saat kita memesan. Keterbukaan ini membuat tiada dusta diantara kita. Menurut pemilik ini adalah garasi yang disulap menjadi home café. Saya merasa tidak berada di Pontianak jika melihat desain interior didalam ruangan ini, yang ternyata sebagian besar diimpor dari pulau lain.

 20131130_105430Saya memilih duduk dimeja panjang untuk melihat bagaimana proses memasak disini, pesanan saya jatuh pada PQ Beef Burger with Potato, Steam beef macaroni with brown sauce dan coklat hangat. Dalam hitungan menit coklat hangat saya sudah tersedia, dengan aroma yang sangat saya kenal merknya. Penyajiannya juga ditambahkan cinnamon cookies. Rasanya sangat cocok antara coklat dan kue kayu manis ini. Indahnya sore saya kali ini. Setelah itu pesanan saya steam beef tiba. Disajikan dalam mangkuk alumunium foil dengan asap mengepul dan aroma Italia yang menggoda, aroma keju menyeruak kencang bercampur aroma brown sauce. Saya sengaja tidak mencapurkan saos tomat dan cabe kedalam makanan ini, saya ingin menikmati rasa aslinya.

 20131130_105144Ada macaroni dan daging dapi cincang yang sudah kemungkinan ditumis dengan bumbu terlebih dahulu kemudian diberi brown sauce dan dikukus baru kemudian dihidangkan  Makaroninya sendiri pas tingkat kematangannya. Rasa gurih keju cukup mendominasi makanan ini dan berbalut dengan rasa brown sauce dibarengi dengan aroma parsley, jika memang bukan lidah yang menyukai makanan barat pasti tidak akan bisa menikmati makanan ini. Makanan ini juga memang tidak bisa dinikmati dengan porsi besar, cukup sebagai teman bersantai. Seandainya rasa keji belum terlalu mendominasi, tambahan keju mozzarella dibagian atas pasti menambah lezat lagi.

 20131130_105203Makanan selanjutnya yang hadir dimeja saya adalah beef burger. Saya sempat mengintip patty yang dipanggang dan mengeluarkan aroma yang lezat sekali. “that is the real patty” ini yang ada dibenak saya saat mencium aroma matangnya. Disajikan dengan roti burger, mayonnaise buatan sendiri, keju cheddar, bawang bombai tumis dan sayuran, dengan pelengkap kentang goreng krispi. Makanan ini memang cocok hanya dinikmati untuk bersantai dan porsinya cukup mengenyangkan. Dua hal yang saya sangat nikmati disini, rasa patty yang original dengan bumbu minim yang terpadu seimbang sehingga lebih menonjolkan rasa sapinya, ditambahkan dengan mayo buatan sendiri. Satu hal lagi yang menarik, kentang goreng disini mampu tetap krispi walaupun sudah dingin.

Keramahan pelayanan ditambah suasana yang hommy serta makanan yang premium membuat cukup betah bersantai disini, dengan tambahan wifi dan tv kabel membuat kita bertahan lebih lama lagi untuk menikmati tempat ini. Untuk penilaian lokasi bersantai untuk membunuh waktu saya memberikan nilai 8. Silakan dijadikan sebagai tempat referensi kuliner baru. Salam ngiler dan Yumcezzz.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)