Pantai Pulau Sawi Ketapang Kalimantan Barat

1216443Pantai Pulau Sawi merupakan objek wisata berada dalam wilayah Desa Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan, jaraknya kurang lebih 80 Km dari Kota Ketapang. Akses dari Kota Ketapang ke obyek ini cukup lancar yaitu dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat serta kendaraan bus.

dsc_0830

Selain panorama alam yang indah, tempat ini juga merupakan tempat habitat penyu. Aneka jenis penyu seperti penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik dan totong banyak terdapat dikawasan ini. Pasir putih membentang, air laut berwarna biru gemerlap. Sangat wajar bila kemudian Pulau ini dijuluki Pulau Bidadari.

pantaipulausawi-2

“Keindahan pantainya yang jernih dengan pasir pantai yang putih bersih dan hamparan batu karang membuat takjub pandangan mata seakan tak ingin melepaskan pandangan, disamping itu kawasan ini juga kaya dengan berbagai jenis ikan”. Aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat di Pulau Sawi Kendawangan yang bekerja sebagai nelayan, ternyata pulau tersebut juga menyimpan banyak pesona. 

orl-florida-beach-guide-st-george-island-state-003

Dari Sungai Tengar perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan air atau motor klotok milik nelayan menelusuri pantai Sungai Tengar. memakan waktu Kurang lebih 1 jam perjalanan, tibalah di Pulau Sawi.Perjalanan di Pulau Sawi sungguh sangat mengasyikan. Selain panorama alam yang indah, tempat ini juga merupakan tempat habitat penyu. Aneka jenis penyu seperti penyu belimbing (Dermochelys coriacea) atau di Inggris dikenal dengan nama Leatherback Turtles, penyu hijau (Chelonia midas), penyu sisik (Eretniochclys imhricata dan totong banyak terdapat dikawasan ini.
Pasir putih membentang, air laut berwarna biru gemerlap, dan pohon kelapa yang berbaris-baris. Sangat wajar bila kemudian Pulau ini dijuluki Pulau Bidadari.

sawi

Pantai berpasir putih dengan jernih birunya air laut menjadi pemandangan utama objek wisata ini. Kekayaan biota laut yang terkandung di Pantai Pulau Sawi menjadi nilai tambah daya tarik wisatawan. Dengan alamnya yang masih asri dan jauh dari polusi serta daya dukung alam tersebut diatas, membuat pantai yang masih jarang diketahui keberadaannya ini menyandang gelar “Pantai Bidadari”. Pengunjung yang datang di kawasan inipun bebas biaya, artinya tidak ada tiket masuk objek wisata ini. Jika ada pengunjung yang hendak bermalam atau menginap, dapat menggunakan rumah singgah atau home stay yang ada di perkampungan setempat. Namun sayangnya di kawasan objek wisata ini belum terdapat akomodasi dan fasilitas yang memadai, terbukti dengan ketiadaan akses penyeberangan dan hotel yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta di kawasan wisata ini.

Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Kura-Kura BeachWisata Pantai Pasir Pendek Singkawang, Wisata Alam Gunung Poteng SingkawangTaman Nasional Betung Kerihun

Tempoyak Durian Pontianak Kalimantan Barat

Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.

tempoyak-smende

Tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu sekitar tahun 1836, ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

Citarasa dari Tempoyak adalah asam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia, terutama di Palembang, Lampung dan Kalimantan. Selain itu, makanan ini juga terkenal di Malaysia. Di Palembang, tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam. Di Lampung, tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal.

sambal-tempoyak

Kaya akan budaya, masyarakat Indonesia memiliki ciri khas yang sungguh unik. Kemewahan alam yang subur, begitu nikmat untuk disajikan. Seperti halnya dengan buah satu ini, durian sang raja buah. Bukan hanya sekedar santapan buah yang langsung bisa dinikmati, namun dapat pula diolah menjadi berbagai makanan  lezat tanpa menghilangkan rasa dan aroma khas yang dimiliki. Masyarakat  Melayu di wilayah Sumatra dan Kalimantan, durian biasa diolah menjadi hidangan pendamping nasi, yang biasa disebut dengan tempoyak.

Tempoyak merupakan kuliner yang terbuat dari hasil fermentasi daging durian.Agar menghasilkan rasa asam dan aroma yang sangat lezat, proses fermentasi dilakukan selama tiga hingga enam hari. Akan lebih lezat lagi jika bahan dasar yang digunakan adalah bahan daging durian lokal yang bermutu baik dan manis.

Karena rasanya khas nan lezat membuat tempoyak dapat dijadikan makanan utama. Sebagian besar masyarakat Melayu menjadikan hidangan ini sebagai hidangan yang wajib ada di setiap menu sehari-hari. Selain menjadi menu utama, tempoyak juga dapat dijadikan sebagai menu tambahan dalam olahan yang dapat dipadupadankan dengan daging ataupun ikan. Bukan hanya dapat dimakan setelah menjadi olahan matang, tempoyak mentah juga terasa lezat disantap dengan dicampur gula pasir dan irisan cabe rawit.

Masyarakat Melayu memiliki olahan tempoyak yang sangat melimpah saat musim durian datang.  Mereka bisa membuat tempoyak dalam jumlah banyak, yang disimpan dalam tempat tertutup agar tidak ada zat yang masuk kedalamnya. Hasil fermentasi yang dilakukan secara benar akan membuat tempoyak dapat bertahan lama, bahkan hingga satu tahun.

Selain nikmat, tempoyak juga memiliki kandungan gizi yang cukup banyak, seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta, energy, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalium, kalsium, dan fosfor.

RESEP TEMPOYAK/ TEMPUYAK
Tempoyak nan lezat dan aromanya yang khas hanya menjadi hidangan khas di beberapa daerah terutama daerah yang subur penghasil durian (duren). Tempoyak merupakan hasil fermentasi dari buah durian yang sudah matang. Penyajiannya dapat diolah menjadi bumbu atau tambahan bahan masakan atau dibuat sambal.

RESEP SAMBAL TEMPOYAK ENAK
Bahan dan Bumbu dihaluskan :

  1. 4 butir bawang merah
  2. 2 siung bawang putih
  3. tempoyak durian secukupnya
  4. 3 buah cabe merah besar
  5. cabe rawit,sesuai selera
  6. gula pasir secukupnya
  7. minyak goreng secukupnya

CARA MEMBUAT SAMBAL TEMPOYAK ENAK :

  1. Tumis bumbu halus sampai harum.
  2. Tambahkan Tempoyak (seperlunya) tambahkan sedikit gula sebagai pengganti penyedap rasa.
  3. Tumis sebentar (sekitar 2-3 menit). Angkat, sajikan selagi hangat dengan nasi putih.

Baca Artikel Lainnya : Roti Canai atau Cane Pontianak Kalimantan BaratBubur Pedas Melayu Sambas Kalimantan Barat, Lidah Buaya Pontianak Kalimantan BaratMadu Hutan Asli Pontianak Kalimantan Barat

Wisata Alam Pulau Randayan Kalimantan Barat

Pulau Randayan merupakan salah satu pulau di kepulauan Lemukutan Besar yang terletak Laut Cina Selatan dan bagian timur pulau Kalimantan. Pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Kalimantan Barat yang menawarkan keindahan alam dan kehidupan bawah laut yang masih alami.

Di dasar laut Pulau Randayan, terdapat banyak misteri kehidupan. Dari perilaku hidup terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah makhluk hidup lainnya. Mereka tumbuh dan berkembang biak secara alami dalam sebuah mata rantai kehidupan yang laut yang unik. kondisi geografis pulau ini sangat layak dikunjungi. Letaknya sangat strategis dan aman serbuan ombak besar Laut Natuna. Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektar. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun yang memiliki hobi menyelam untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah airnya

Pantai dengan pasir putih yang luas dan pohon-pohon nyiur, menjadi pemandangan khas pantai. Keistimewaan air yang jernih dan tidak terlalu dalam, memudahkan kita menyaksikan warna-warni flora dan fauna bawah laut Pulau Randayan. Dengan hanya menggunakan kacamata dan keberanian untuk menyelam, keindahan bawah lautnya membuat terpana dan takjub.

Salah satunya adalah di Kalimantan. Kalimantan Barat mempunyai bermacam pantai cantik yang akan membuat Anda betah berlama-lama menikmati pesonanya. Salah satunya adalah di kawasan Kepulauan Lemukutan Besar. Di sini, singgahlah ke Pulau Randayan. Untuk mencapainya sebenarnya cukup sulit, akan tetapi tidak apa-apa karena nanti rasa lelah Anda akan terbayarkan.

Pertama-tama Anda harus menuju kota Pontianak terlebih dulu. Kemudian Anda harus menuju Teluk Suak. Dari Teluk Suak, Anda harus menyeberang satu kali lagi untuk mencapai pulau. Waktu perjalanan sekitar 3 jam, akan tetapi Anda tidak akan bosan karena pemandangan selama perjalanan sangat indah. Sesampainya di Pulau Randayan, ada baiknya untuk bersiap-siap karena Anda pasti akan terkejut dengan panoramanya. Airnya sangat jernih dan pemandangan bawah lautnya sangat indah. Anda pasti akan sangat ingin bersnorkling di sini. Pasirnya pun putih bersih, dibingkai oleh jajaran pohon kelapa yang seolah-olah melambai menyambut kedatangan Anda.

Fasilitas untuk wisatawan tergolong lengkap. Di sana Anda dapat menyewa perlengkapan untuk diving dan snorkeling. Bagi Anda yang hobi memancing, pulau ini juga menawarkan yang bagus untuk memancing. Ikan yang Anda tangkap bisa dimasak atau dipanggang sendiri.

Baca Artikel Lainnya : Titik Kulminasi Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan BaratStik Keladi Pontianak Kalimantan Barat, Kuliner Pengkang Pontianak, Kalimantan BaratMeriam Karbit Pontianak, Kalimantan Barat

Sinka Zoo Singkawang Kalimantan Barat

Sinka Island Park adalah salah satu obyek wisata yang berada di Jalan Malindo Teluk Karang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang jaraknya hanya sekitar 8 km dari Kota Singkawang. Obyek wisata ini terletak di teluk Ma’jantuh atau teluk Karang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Pontianakdan sekitar 30 menit dari Kota Singkawang. Sinka Island Park adalah perpaduan antara wisata alam dan wisata modern.

Sinka Island Park merupakan sebuah kawasan wisata yang sengaja dibangun sebagai sarana hiburan bagi masyarakatKalimantan Barat, khususnya untuk warga Singkawang. Sinka Island Park didirikan oleh PT. Sinka Island Park yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Antoni Suwandi, S.H. yang selesai dibangun pada bulan April 2007. Sinka Island Park juga telah mendapatkan izin LK (Lembaga Konservasi) pada tanggal 17 Desember 2007 (SK.441/Menhut-II/2007).

Tempat wisata ini memiliki keindahan pantai yang masih alami. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai dengan menaiki delman atau kuda yang dapat disewa di obyek wisata ini. Di kawasan wisata ini juga terdapat beberapa fasilitas pendukung lain, seperti kolam renang, dan beberapa kios minuman dan makanan yang menyediakan berbagai macam sajian kuliner yang lezat.

Taman Wisata Kebun Binatang Sinka zoo Singkawang  Adalah salah satu wisata Kebun Binatang di Kota Singkawang dan di Kalimantan barat yang memiliki berbagai fasilitas seperti :

  1. Aneka Satwa-Binatang
  2. Gazebo
  3. Restoran & Cafe
  4. Pemandangan Alam dan Pepohonan yang asri DLL.

img00248-20111218-1438

Alamat : Wisata Taman Wisata Kebun Binatang Sinka zoo Singkawang terletak di komplek wisata Pasir Panjang Kelurahan Sedau Singkawang selatan, Kalimantan Barat.

Koleksi satwa di Sinka Zoo ini tergolong cukup lengkap. Pengunjung dapat melihat hewan–hewan secara lebih dekat. Pengunjung dapat memberi makan ke beberapa hewan, misalnya kerbau albino dan rusa. Selain itu, pengunjung di sini juga dapat berfoto dan memegang langsung ular sanca yang habitat aslinya dari Brasil.

Sinka Island Park telah mengkoleksi beberapa jenis satwa dan hal ini masih akan berkembang sebagaimana telah diprogramkan. Total keseluruhan koleksi satwa yang terdapat di Sinka Zoo ini berjumlah sekitar 275 ekor yang terdiri dari aves sebanyak 137 ekor, mamalia sebanyak 117 ekor, dan reptil sebanyak 30 ekor (data bulan Desember 2008).

Satwa lain yang hidup di sini adalah harimau, gajah, singa, jerapah, siamang, beruang madu, burung kakatua, burung merak, ular, kera, orangutan, burung kasuari, buaya muara, buaya senyulong, julang emas, kangkareng hitam, bermacam-macam elang (seperti burung elang laut) dan cangak, dan masih banyak lagi. Satwa-satwa yang ada di Sinka Island Park ini ada yang berasal dari sumbangan dan juga hasil tukar menukar dengan lembaga konservasi anggota PKBSI.

sinka-zoo

Sinka Zoo merupakan salah satu area yang paling populer di Sinka Island Park. Sinka Zoo adalah sebuah kebun binatang dengan topografi yang berbukit–bukit. Area Sinka Zoo berada di bagian selatan Sinka Island Park, yaitu sekitar 500 meter setelah memasuki ke dalam kawasan Sinka Island Park. Konsep pada Sinka Zoo hampir sama dengan di Taman Safari. Di Sinka Zoo, pengunjung dapat berkeliling di kebun binatang ini dengan menaiki mobil. Selain itu, pengunjung juga diperbolehkan untuk turun dari mobil jika ingin berfoto-foto dengan hewan-hewan. Untuk masuk ke dalam Sinka Zoo ini, pengunjung akan dikenai tiket masuk dengan harga Rp.10.000 per orang.

Baca Artikel Lainnya : Sinka Island d Park SingkawangTaman Bukit Bougenville, Bukit Rindu Alam, Palm Beach Singkawang,

Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) adalah sebuah taman nasional yang terletak di Kabupaten KetapangKalimantan Barat, sekitar 30 menit penerbangan dari Pontianak. Luas taman nasional ini adalah 90.000 hektar, yang terbentang di Kecamatan Matan Hilir UtaraSukadanaSimpang HilirNanga Tayap, dan Sandai.

 p_palung

Balai Taman Nasional Gunung Palung ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6186/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional yang berkedudukan di Kabupaten Ketapang , Popinsi Kalimantan Barat. Kawasan Taman Nasional Gunung Palung secara historis ditunjuk sebagai kawasan suaka alam melalui Staat Blaat No.4/13IB/1937 tanggal 29 April 1937 dengan luas 30.000 Ha. Kemudian, melalui SK Menteri Pertanian No : 101 A/Kpts /VIII/12/1981 tanggal 10 Desember 1981 luas kawasan Taman Nasional Gunung Palung berubah menjadi 90.000 Ha dengan menunjuk kelompok hutan (kawasan perluasan) yaitu gunung Kepayang, gunung Seberuang, Sei Lekahan, Labuhan Batu dan sekitarnya dengan status kawasan berubah menjadi Suaka Margasatwa Gunung Palung. Pada acara Pekan Konservasi Alam Nasional III di Bali tanggal 24 Maret 1990 kawasan ini dideklarasikan sebagai Taman Nasional dengan luas 90.000 ha melalui pernyataan Menteri Kehutanan Nomor : 448/Menhut-VI/1990 tanggal 6 Maret 1990.

TNGP mempunyai ekosistem yang dikatakan sebagai yang terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. Di kawasannya terdapat Gunung Palung yang mempunyai ketinggian 1.116 meter. Selain itu, TNGP juga adalah habitat bagi sekira 2.200 ekor orangutanBekantan adalah mamalia dengan jumlah terbesar di TNGP.

Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.

Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar.

Seperti daerah Kalimantan Barat lain, umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si pencekik, dan tumbuhan obat.

palung01

Tumbuhan yang tergolong unik di taman nasional ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang mudah dilihat di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunga yang bertanda dengan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama mekar antara 5-6 hari.

Tercatat ada 190 jenis burung dan 35 jenis mamalia yang berperan sebagai pemencar biji tumbuhan di hutan. Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan taman nasional ini.

Cw_32392

Satwa yang sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan (Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam (Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk dilihat.

Baca Artikel Lainnya : Wisata Alam Kura-Kura BeachWisata Pantai Pasir Pendek Singkawang, Wisata Alam Gunung Poteng SingkawangTaman Nasional Betung Kerihun

Rumah Adat Melayu Pontianak Kalimantan Barat

Arsitektur Melayu yang ada di Kalimantan Barat memiliki beragam keunikan dan kekhasan yang masih terus harus di gali kekayaannya sebagai bukti keberagaman budaya bangsa, khususnya Melayu. Hampir semua rumah Melayu yang tersebar di Asia tenggara memiliki banyak persamaan dan perbedaan. Keberagaman dan perbedaan tersebut justru membawa keunikan dan membawa ciri khas masing masing daerah mengenai keberagaman masyarakat Melayu. Melayu Kalimantan Barat juga kaya akan keberagaman tersebut. Dalam tulisan ini, penulis ingin mengangkat rumah Melayu dari sudut pandang bentuk, susunan, dan pola ruang rumah Melayu yang ada di Kalimantan Barat sebagai bagian dari penambahan khasanah budaya Melayu.

11317199

Dari masa ke masa terlihat bahwa semakin lama manusia semakin memerlukan identitas. Identitas ini ditujukan bagi dirinya maupun benda-benda yang ada di sekelilingnya. Di bidang arsitektur, manusia menciptakan berbagai bentuk, simbol serta konsep-sonsep bangunan yang beragam yang antara lain adalah untuk memenuhi kebutuhan akan identitas tadi. Mengenai identitas arsitektur, sebenarnya masih merupakan Polemik yang tak kunjung habisnya. Mungkin dalam pencarian identitas tersebut memang tidak akan pernah dicapai kata akhir dikarenakan sifat dari arsitektur (kebudayaan) itu sendiri yang selalu berubah dan berkembang. Di Indonesia, jati diri arsitektur masih dalam tahap penelitian dan merupakan hal yang sering dipermasalahkan. Demikian pula jati diri arsitektur di daerah-daerah, masih perlu dipertanyakan. Tidaklah mudah mengemukakan suatu jawaban mengenai bentuk arsitektur yang berciri khas. Tetapi paling tidak diperlukan upaya-upaya menggali dan mengkaji konsep-konsep dan proses merancang yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan karya arsitektur yang secara utuh memiliki ciri sebagai karya arsitektur Indonesia atau pun arsitektur daerah. Merancang suatu bangunan yang dikehendaki dapat mewakili bentuk atau ciri daerah, misalnya pada gedung pemerintah, haruslah memandang budaya (adat) dan arsitektur setempat. Ini dapat dicapai dengan menggali sebanyak mungkin unsur-unsur yang membentuk ciri daerah tersebut.

Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat (Kalbar) ini terletak Komplek Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak. Secara historis, pembangunan Rumah Adat Melayu ini dimulai dengan penancapan tiang pertama pada tanggal 17 Mei 2003 hingga selesai dibangun pada tahun 2005. Selanjutnya, pada tanggal 9 November 2005 Rumah Adat Melayu Kalbar diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Sejak diresmikan, bangunan berdiri diatas lahan seluas 1,4 Hektar ini menjadi pusat/tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan, resepsi pernikahan maupun salah satu destinasi kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Hakikat rumah/ruang balai adalah tempat melakukan kegiatan bermasyarakat dan kegiatan sosial, termasuk tempat mengadakan musyawarah dan sebagainya.

Bangunan Rumah Adat Melayu ini berdiri diatas lahan seluas 1,4 hektar. Bangunan ini terdiri dari Balai Kerja yang berfungsi sebagai Seketariat Pertemuan Balai Rakyat, taman bermain, kios penjualan, Balai Pustaka yang berfungsi sebagai tempat kajian budaya dan perpustakaan. Balai Budaya yaitu ruang pertemuan sanggar tertutup dan ruang pengelola, Panggung Terbuka yang berfungsi sebagai ruang persidangan dan gudang, serta Pesanggarahan yang terdiri dari penginapan, pertemuan, klinik kesehatan dan tempat pelatihan.

17817138

Seni arsitektur dari bangunan rumah adat melayu Kalbar ini dengan atapnya yang diduga mendapat pengaruh dari bentuk atap bangunan jawa. Model atap segitiga dengan tinggi 30 derajat yang berfungsi agar udara panas tidak terperangkap dalam ruangan rumah tersebut. Sementara itu terdapat kolong tinggi dibagian bawah rumah yang digunakan untuk tempat memarkir kendaraan.

Baca Artikel Lainnya :  Keraton Sultan Kadriyah Pontianak, Makam Raja Batu Layang Pontianak, Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurahman Pontianak, Rumah Betang Pontianak Kalimantan Barat