Menu

Air Terjun Pancur Aji Sanggau

Pancur Aji adalah sebuah kawasan perbukitan yang terletak di pinggiran teluk Sungai Kapuas di bagian hilir / pesisir barat Kota Sanggau, kawasan ini diapit oleh dua buah anak sungai yakni Sungai Monga di bagian hilir dan Sungai Mawang di bagian hulu, kedua sungai ini bermuara ke Sungai Kapuas. Pada muara Sungai Monga terdapat air terjun yang dinamakan Gurong Monga, yang konon menurut cerita rakyat terutama masyarakat sekitar Gurong Monga, tempat ini adalah tempat pertapaan orang ghaib dan dihuni oleh makhluk-makhluk halus.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketinggian tiga air terjun di kawasan ini hanya sekitar empat sampai lima meter. Namun derasnya air dari masing-masing ketinggiannya memberikan sensasi seakan menikmati indahnya air terjun Niagara, air terjun besar di sungai Niagara, Kanada.

Panjur Aji menawarkan sensasi dinginnya air pegunungan. Gemercik air dan suara alam kental terasa di sini. Keaslian flora dan fauna di kawasan ini sangat dijaga. Di sini, tidak sulit menemukan pohon tengkawang, rusa, orang-utan, dan berbagai jenis satwa liar yang dikandangkan dengan baik. Tak sulit mencapai kawasan Pancur Aji dan bermandikan dinginnya air. Pancur Aji terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Berjarak sekitar 6km dari kota Sanggau atau kurang lebih 3 km dari jalan raya menuju Pontianak di sebelah barat kota Sanggau dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit berkendara.  Untuk menuju kawasan Wisata Pancur Aji disimpang jalan terpasang papan petunjuk lokasi wisata tersebut. Jalan menuju kawasan ini cukup menantang dan berbukit-bukit.

Karena strategisnya kawasan Pancur Aji ini, dimana disamping posisinya pada ujung kota dengan bukit dinding batu yang cukup terjal dan ditopang pula oleh Sungai Kapuas yang menyempit serta dengan kondisi airnya yang berputar-putar sehingga agak menghambat majunya kendaraan ankutan air yang memudiki Sungai Kapuas, maka kawasan ini dijadikan benteng Kerajaan Sanggau pada zaman dulu.

Pada bagian atas bukit Pancur Aji ini sempat ditemukan sisa-sisa Benteng Pancur Aji ini, terbentang pada dataran bukit dalam bentuk galian tanah berukuran 10×10 m dengan kedalaman 1 m dan berdindigkan kayu belian mengitari benteng tersebut. Di bagian belakang benteng tersebut terdapat pula galian yang berukuran 4×4 m, diperkirakan sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan konon katanya dari pusat benteng tersebut dibentangkan rantai besi hingga menyebrangi Sungai Kapuas yang dibenamkan ke dalam sungai dan sewaktu-waktu dapat ditarik muncul ke permukaan sungai dimaksudkan untuk menghambat perjalanan maju kendaraan angkutun air manakala ada musuh yang akan menyerang kota. Selain itu konon terdapat sebuah meriam yang dipasang dibenteng tersebut dan diberi nama Bujang Malaka.
Baca Artikel Lainnya :  Vihara Bodhissatva Karaniya Metta PontianakKerjaan MempawahRaja Mempawah Opu Daeng MenambonPerayaan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak

 

One Comment
  1. www.wisataku.net 01/04/2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *