Menu

Hutan Kota (Arboretum Sylva Untan)

Hutan Kota (Arboretum Sylva Untan) merupakan kebun koleksi tanaman dan pepohonan khusus Kalimantan Barat sebagai tempat keanekaragaman hayati, pengembangan pendidikan, pengembangan hutan kota, serta sarana rekreasi dan hiburan masyarakat. Arboretum merupakan kabun koleksi tanaman dan pepohonan khusus Kalimantan Barat sebagai tempat pelestarian keanekaragaman hayati, pengembangan pendidikan, pegembangan hutan kota serta sarana rekreasi dan hiburan masyarakat.

hutan_ku

Arboretum sylva untan merupakan kawasan pelestarian plasma nutfah Kalimantan Barat. Maksud pengelolaan arboretum ini adalah untuk pengoleksian, perlindungan dan pelestarian flora dan fauna Kalimantan Barat. Sedangkan tujuannya adalah sebagai tempat pengembangan keanekaragaman hayati, tempat pengembangan pendidikan, pengembangan hutan kota serta sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat. Memang, sebelum dikelola secara baik kawasan arboretum merupakan areal percontohaan antara Departemen Perindustrian Dan Pertanian yang ditanami ubi dan jagung. Karena kurangnya pengelolaan terhadap kawasan tersebut, tanaman ubi dan jagung terbengkalai dan akhirnya ditumbuhi rumput dan alang-alang.

Taman kota dengan luas kawasan sekitar 3,2 hektar ini terletak di kawasan Universitas Tanjungpura, Jalan Jendral Ahmad Yani Pontianak. Memiliki 190 jenis pohon, 86 anggrek, 176 perdu dan tumbuhan bawah, 12 jenis mamalia, 32 jenis bururng, 14 jenis hertofauna dan 35 jenis serangga. Suasana sejuk begitu terasa saat memasuki hutan mini di Kawasan Arboretum Sylva Untan. Pepohonan yang berderet di pinggir itu menyambut siapa saja yang singgah di kawasan tersebut. Dari jalan Ahmad Yani, kesejukan bahkan bisa dirasakan saat menunggu lampu traffic light.

Kawasan hutan kota ini juga dapat dipergunakan sebagai tempat kejadian photography dan flim, jogging dan cycling, ekowisata dan outbound. Sylva Untan kini tengah mengusahakan agar arboretum bisa lebih dikenal di dunia internasional. Mereka saat ini sedang membangun jaringan dengan lembaga-lembaga lingkungan di luar negeri untuk memperkenalkan arboretum. Sejumlah persiapan juga dilakukan. Misalnya pendataan secara lebih detail flora dan fauna yang ada di Arboretum. Selain itu juga penambahan fasilitas di kawasan ini, seperti pembangunan meeting room, rail untuk keliling kawasan, dan juga home stay.

Namun salah satu kendala untuk mewujudkannya adalah masalah pendanaan. Aktivis Sylva Untan Marcel Gerensa mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya menggalang dana agar berbagai kebutuhan untuk mengenalkan kawasan arboretum ke dunia internasional bisa terwujud.

Baca Artikel Lainnya :  Vihara Bodhissatva Karaniya Metta PontianakKampung Beting Kota PontianakTugu Digulis PontianakPelabuhan Seng Hie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *