Menu

Kerajaan Sanggau Kalimantan Barat

Kerajaan Sanggau merupakan kerajaan Islam yang berdiri di pedalaman Kalimantan Barat. Berkembang dari hulu sungai Sekayam yang kecil. Raja-raja yang memerintah dikerajaan Sanggau mempunyai pertalian hubungan darah dengan kerajaan Matan Tanjungpura, kerajaan Sukadana, kerajaan Tayan, kerajaan Meliau, dan kerajaan Simpang. Awal berdirinya kerajaan ini di daerah hulu sungai Sekayam di desa Mengkiang. Pada tahun 1827-an oleh Pangeran Ayub semasa menjadi raja, pusat kerajaan Sanggau dipindahkan ke desa Katuk di hilir sungai Sekayam atau di tepian sungai Kapuas. Setelah , pusat kerajaan Sanggau pindah ke Kantuk perekonornian kerajaan menjadi tambah maju, pusat kerajaan menjadi tambah ramai, dari banyak kerajaan, dan negara lain yang singgah dan berdagang dengan kerajaan Sanggau. Masa pemerintahan kerajaan Sanggau berakhir sampai masa jaman kemerdekaan. Pada akhirnya, wilayah yang termasuk dalam kerajaan Sanggau pada jaman setelah Indonesia merdeka menjadi kabupaten Sanggau, termasuk didalamnya meliputi wilayah kerajaan Tayan, Melian, Sanggau, dan Sekadau. Pada taun 2006 4 kecamatan diwilayah bekas kerajaan Sekadau menjadi kabupaten baru yang bernama kabupaten Sekadau.

Kerajaan Sanggau Kalimantan Barat

Penelitian ini mengkaji tentang tempat awal berdirinya kerajaan Sanggau, pendiri kerajaan Sanggau, masa pemerintahan raja-raja Sanggau, benda peninggalan kerajaan Sanggau, silsilah raja-raja Sanggau, prasasti yang ditemukan di kerajaan Sanggau, lokasi makam raja-raja Sanggau, dan peninggalan bangunan keraton Sanggau. Data-data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan beberapa metode, diantaraya: metode observasi langsung, metode wawancara, metode dokumenter, dan dokumentasi gambar.

Ada beberapa kendala yang ditemukan peneliti di lapangan, tetapi semuanya dapat diatasi, sehingga data yang dikumpulkan dapat maksimal. Informan di lapangan semua baik dan sangat membantu dalam mengumpulkan data yang diperlukan peneliti. Informan cukup koperatif dan membantu memecahkan masalah yang dialami peneliti. Data dokumenter diproleh di Lembaga Kajian Sejarah dan Nilai-nilai Tradisional propinsi Kalimantan Barat. Data yang terkumpul semuanya dianalisis dengan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil temuan berdasarkan semua analisis data yang ada, dapat dijelaskan menjadi 8 temuan. Pertama, Lokasi pertama berdirinya kerajaan Sanggau terletak di hulu Sungai Sekayam, tepatnya di desa Mengkiang. Kedua, berdasarkan data yang terkumpul, pendiri kerajaan Sanggau keturunan raja Tayan I Gusti Togok yang kawin dengan Ratu Srikandi. Gusti Togok merupakan putra kedua dari Gusti Lekar raja Tayan I.Putra mahkota Gusti Lekar yakni Gusti Gagok atau Pangeran Mancar menggantikan ayahanda, menjadi raja Tayan II.

20100202-sanggau-4

Sesudah pemerintahan Panembahan Gusti Mekah Kesuma Negara berakhir, Panembahan Gusti Akhmad Sri Negara dinobatkan naik tahta. Tetapi oleh penjajah Belanda, panembahan beserta keluarganya kemudian diasingkan ke Malang, Jawa Timur, dengan tuduhan telah menghasut para tumenggung untuk melawan Belanda.

Karena peristiwa tersebut, Panembahan Haji Gusti Abdullah kemudian diangkat dengan gelar Pangeran Mangku sebagai wakil panembahan. Ia pun dipersilakan mendiami keraton. Belum lama setelah penobatannya, Pangeran Mangku wafat. Ia kemudian digantikan oleh Panembahan Gusti Akhmad, kemudian Gusti Hamid. Raja Sekadau berikutnya adalah Panembahan Gusti Kelip.

Tahun 1944 Gusti Kelip tewas dibunuh penjajah Jepang. Pihak Jepang kemudian mengangkat Gusti Adnan sebagai pembesar kerajaan Sekadau dengan gelar Pangeran Agung. Ia berasal dari Belitang. Juni 1952, bersama Gusti Kolen dari kerajaan Belitang, Gusti Adnan menyerahkan administrasi kerajaan kepada pemerintah Republik Indonesia di Jakarta.

Baca Artikel Lainnya :  Kerajaan Mempawah Istana AmantubillahAir terjun Pancur Aji SanggauLomba Layang-Layang HiasLomba Sampan Hias

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *