Menu

Lomba Sampan Hias

Bertempat di Waterfront Taman Alun – Alun Kapuas diadakan lomba perahu hias. jumlah peserta terdaftar dalam perlombaan ini sebanyak 64 kelompok namun dalam pelaksanaannya diikuti hanya 23 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Pontianak.

keindahan_menjadi_aspek_pertama_yang_ditunjukan_peserta_lomba

Perlombaan perahu hias ini menurut Syf. Nurani selaku juri lomba, hal ini bertujuan untuk menganggkat kembali sejarah kebudayaan lancang kuning yang dibawa pertama kali oleh Sultan Abdurrahman, disamping itu juga menganggkat wisata air yang ada di Kota Pontianak. Kota Pontianak berhasil menyedot ribuan pengunjung yang sangat antusias untuk menonton meskipun hujan sempat mengguyur Kota Pontianak. Penilaian yang dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari Dinas sosial, Dinas Pariwisata dan Majelis Adat Budaya  Melayu (MABM) akhirnya mengantarkan Tim Keraton menjadi juara pertama yang menampilakan sampan Lancang Kuning beserta prajurit, diikuti oleh Tim Beting Permai sebagai juara dua dan  Tim Tanjung Permai sebagai juara tiga.  Banyaknya pengunjung membuat Maman Bangsawan selaku panitia pelaksana berharap kedepannya banyak warga turut serta dalam perlombaan ini.

Pemkot berharap lomba sampan ini dapat menjadi objek pengembangan wisata, di samping sebagai wadah bagi pencinta dayung untuk menyalurkan bakatnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat melepas secara resmi peserta pertama lomba sampan mengatakan, salah satu sarana transportasi sungai yang hingga kini masih digunakan masyarakat bisa menjadi objek wisata jika dikemas secara menarik. “Salah satunya dengan lomba sampan tradisional yang digelar hari ini (kemarin, red). Ke depan kita harapkan pesertanya lebih banyak lagi dari sekarang,” harapnya.

Lomba sampan tradisional ini, kata Edi, akan dijadikan agenda wisata tahunan, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Untuk itu, ia meminta ke depan sampan-sampan yang digunakan untuk lomba ini dihias sedemikian menarik sehingga ada keunikan tersendiri.

Edi menambahkan, Pemkot berencana menjadikan kawasan di sepanjang Sungai Jawi sebagai ikon wisata baru dengan wisata kuliner malam. Saat ini, Pemkot tengah menata kawasan Sungai Jawi dengan membangun jalan paralel dan membongkar sejumlah jembatan yang ada. “Sepanjang pinggiran Sungai Jawi akan kita hias dengan berbagai hiasan seperti lampu dan pohon-pohon penghijauan,” ujarnya.

Melalui lomba sampan tradisional ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan kawasan Sungai Jawi akan dijadikan pusat wisata kuliner. “Dipilihnya lokasi ini sebagai upaya mendukung program Sungai Jawi yang bersih dari sampah sebagaimana yang telah dicanangkan Pemkot,” kata Hilfira (Kepala Disbudpar Kota Pontianak)

Baca Artikel Lainnya :  Kerajaan Mempawah Istana AmantubillahAir terjun Pancur Aji SanggauRaja Mempawah Opu Daeng MenambonPerayaan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *