Menu

Menikmati Makanan Padang Rasa Sunda, Ayam Kaleo

Siang ini saya penasaran dengan sebuah iklan dikoran yang menuliskan satu tempat dijalan Uray Bawadi dengan nama Restoran Ayam Kaleo. Awalnya saya berpikir bahwa Ayam Kaleo ini pasti berasa Padang tapi setelah saya baca, kenapa menyediakan saung dan musik ala Sunda? Apa saya yang salah baca dan tangkap atau bagaimana? Saya harus menjawab penasaran dengan  segera mengunjungi tempat ini.

  IMG-20131115-00837

Sembari sedikit saya bercerita mengenai kesalahan persepsi, dimana di Pontianak dan sekitarnya sering sekali mengatakan kalio adalah rendang, padahal rendang padang sangatlah jauh berbeda dengan kalio. Lalu apa kalio? Apa bedanya dengan rendang? Kalio adalah sebutan dari rendang setengah jadi, yang masih berwarna kecoklatan dibanding rendang sebenarnya yang berwarna cokelat kehitaman. Kalio bertekstur lengket dan basah dengan aroma karamel yang kuat, sementara rendang lebih kering, bertekstur kasar, dan mengeluarkan aroma rempah yang tajam. Biasanya kalio lah yang dijual sebagai rendang di Rumah Makan Padang di luar Sumatera Barat karena durasi memasak yang lebih pendek sehingga lebih praktis dan ekonomis untuk disajikan. Selain itu rasanya tidak terlalu pedas dan daging yang dimasak juga tidak sekeras rendang.

Seperti juga rendang, isi kalio biasanya daging sapi, ayam, limpa, hati sapi atau jengkol. Hati, limpa, jengkol, dan kentang biasanya lebih banyak dimasak menjadi kalio karena sering hancur saat diaduk dan terlalu keras saat sudah menjadi rendang. Nah bagaimana? Apakah sudah mulai bisa mengambil kesepahaman dengan saya?

 IMG-20131115-00836Sesampai kelokasi saya menemukan tempat parkir yang lumayan luas dan nyaman. Begitu masuk saya menemukan 2 pilihan lokasi duduk, mau lesehan atau dengan meja kursi. Pembaca blog saya pasti sudah tahu saya akan memilih lokasi yang mana hehehe. Saya datang pada saat makan siang dan cukup padat, untungnya saya menemukan tempat duduk. Jika anda kesini pada saat jam makan harus siap gigit jari jika tidak kebagian tempat duduk. Pramusaji datang sesaat setelah saya duduk. Paket ayam kaleo, sayur asem dan es teh tawar langsung saya pesan untuk menu makan siang saya

Dalam beberapa menit minuman saya datang dan sembari menunggu makanan saya datang, saya sempat mengintip kedapur melalui jendela pesan batas dapur dan ruang saji yang dibuat terpisah, tampak kesibukan yang luar biasa dengan cara kerja yang cukup professional dimana bon pesanan diurutkan agar sesuai antrian, tampak pemilik lalu lalang didalam seperti sedang melakukan quality control. Beberapa saat kemudian pesanan saya datang, sayur asem dan paket ayam kaleo yang terdiri dari ayam kaleo, lalapan nasi dengan taburan bawang goreng dan lalapan. Saya suka disini, tidak pelit bawang goreng.

 IMG-20131115-00840Rasa ayam ini sendiri memang mirip ayam opor yang tipis santan dan bumbu, namun sayangnya cenderung kearah rasa yang lebih manis, ayamnya sendiri matang sempurna dan lembut. Sangat pas dinikmati dengan sambal bajak pedas yang tersaji ditambah dengan lalapan sunda, kemangi, kol dan kacang panjang mentah dilengkapi dengan kemangi serta tambahan tempe goreng. Saya juga memesan sayur asem yang juga cenderung manis. Mungkin juga saya sedikit naas karena sayurannya benar benar sedikit. Lebih banyak kuahnya. Kuahnya yang lumayan bening terasa menyegarkan siang saya ditambah dengan kematangan sayur yang pas dan masih meninggalkan kesan saat dikunyah.

Paketan harga makanan 20.000an keatas dan sayura yang bisa anda tambah sendiri berkisar dari 10.000an. Overall pelayanan disini cukup cepat dan rasa saya beri nilai 7,5. Bisa dijadikan referensi kuliner untuk kota Pontianak. Mungkin terasa baru dari segi nama namun tidak dari segi rasa. Silakan berkunjung dan menikmati ayam kaleo disini. Salam ngiler. Yumcezzzzz….

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *