Menu

Menikmati menu Italia ala PAPA’S QUEEN

Saya menuju salah satu tempat nongkrong yang asik, yaitu PAPA’S QUEEN di jalan Suhada no 14. Agak kaget diawal karena tempat ini sendiri tidak lazim untuk dijadikan lokasi tempat nongkrong. Butuh ekstra waktu untuk mencarinya. Masuk dari jalan di sebelah PLN A Yani. Mencari Jalan Suhada berjalan lurus hingga mentok dan berbelok ke kanan. Sungguh butuh perjuangan jika baru pertama kali menyusuri lokasi ini.

 20131130_105652

Sesampainya dilokasi saya juga harus ekstra memantau plang nama Café ini karena tempatnya tidak terlalu besar. Tempatnya begitu apik dengan desain yang anti mainstream. Masuk kedalam dan kita langsung disajikan tempat yang mirip café ala barat. Ada meja panjang didepan kasir dan didekatnya juga ada pemanggang karena mengusung konsep open kitchen, kita bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan makanan disini saat kita memesan. Keterbukaan ini membuat tiada dusta diantara kita. Menurut pemilik ini adalah garasi yang disulap menjadi home café. Saya merasa tidak berada di Pontianak jika melihat desain interior didalam ruangan ini, yang ternyata sebagian besar diimpor dari pulau lain.

 20131130_105430Saya memilih duduk dimeja panjang untuk melihat bagaimana proses memasak disini, pesanan saya jatuh pada PQ Beef Burger with Potato, Steam beef macaroni with brown sauce dan coklat hangat. Dalam hitungan menit coklat hangat saya sudah tersedia, dengan aroma yang sangat saya kenal merknya. Penyajiannya juga ditambahkan cinnamon cookies. Rasanya sangat cocok antara coklat dan kue kayu manis ini. Indahnya sore saya kali ini. Setelah itu pesanan saya steam beef tiba. Disajikan dalam mangkuk alumunium foil dengan asap mengepul dan aroma Italia yang menggoda, aroma keju menyeruak kencang bercampur aroma brown sauce. Saya sengaja tidak mencapurkan saos tomat dan cabe kedalam makanan ini, saya ingin menikmati rasa aslinya.

 20131130_105144Ada macaroni dan daging dapi cincang yang sudah kemungkinan ditumis dengan bumbu terlebih dahulu kemudian diberi brown sauce dan dikukus baru kemudian dihidangkan  Makaroninya sendiri pas tingkat kematangannya. Rasa gurih keju cukup mendominasi makanan ini dan berbalut dengan rasa brown sauce dibarengi dengan aroma parsley, jika memang bukan lidah yang menyukai makanan barat pasti tidak akan bisa menikmati makanan ini. Makanan ini juga memang tidak bisa dinikmati dengan porsi besar, cukup sebagai teman bersantai. Seandainya rasa keji belum terlalu mendominasi, tambahan keju mozzarella dibagian atas pasti menambah lezat lagi.

 20131130_105203Makanan selanjutnya yang hadir dimeja saya adalah beef burger. Saya sempat mengintip patty yang dipanggang dan mengeluarkan aroma yang lezat sekali. “that is the real patty” ini yang ada dibenak saya saat mencium aroma matangnya. Disajikan dengan roti burger, mayonnaise buatan sendiri, keju cheddar, bawang bombai tumis dan sayuran, dengan pelengkap kentang goreng krispi. Makanan ini memang cocok hanya dinikmati untuk bersantai dan porsinya cukup mengenyangkan. Dua hal yang saya sangat nikmati disini, rasa patty yang original dengan bumbu minim yang terpadu seimbang sehingga lebih menonjolkan rasa sapinya, ditambahkan dengan mayo buatan sendiri. Satu hal lagi yang menarik, kentang goreng disini mampu tetap krispi walaupun sudah dingin.

Keramahan pelayanan ditambah suasana yang hommy serta makanan yang premium membuat cukup betah bersantai disini, dengan tambahan wifi dan tv kabel membuat kita bertahan lebih lama lagi untuk menikmati tempat ini. Untuk penilaian lokasi bersantai untuk membunuh waktu saya memberikan nilai 8. Silakan dijadikan sebagai tempat referensi kuliner baru. Salam ngiler dan Yumcezzz.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *