Menu

Menikmati Sajian Pondok Le Sahang

Makan siang merupakan salah satu hal terpenting dalam siklus kerja manusia, yup benar. Kalau tidak makan siang bagaimana mungkin bisa melakukan aktifitas tambahan yang lain. Setiap pekerjaan pasti membutuhkan energi, paling tidak menjaga kita untuk dapat terus berkonsentrasi sehingga pekerjaan dapat selesai dan tentu saja hasilnya dapat baik dan maksimal.

Siang ini saya menyusuri Jalan Sutoyo Indah diseberang Rumah Betang, saya masuk ke Persekolahan Immanuel untuk menuju ke Pondok Le Sahang. Sebuah tempat makan dengan konsep tempatmakan semi terbuka. Karena tidak ada dinding penutup disekitar tempat tersebut hanya “kere” atau penutup dari anyaman rotan yang bisa melindungi dari panas dan hujan terpaan angin. Cukup seru karena ada beberapa pilihan tempat makan seperti Lesehan, meja berkelompok dengan ukuran besar dan juga meja hanya untuk berdua

Pelayan datang dan menghampiri saya saat sudah memilih lokasi duduk, kebetulan siang itu tidak terlalu ramai, beberapa pilihan makanan disini cukup banyak dan beragam. Termasuk juga pilihan makanan Laut, ikan air tawar maupun berbagai jenis daging merah dan putih. Pilihan sayuran, cemilan dan minuman cukup beragam. Anda pesan makan baru makanan akan diolah.

Pilihan makan siang saya saat ini jatuh kepada 3 menu saja, Senangin Bakar yang dibanderol per ons, cumi asam manis dan untuk sayurannya pilihan saya jatuh pada brokoli polos cah bawang putih, tidak lupa segelas es the tawar menemani saya. Pesanan datang berturut turut dengan lama mencapai sekitar 20 menit dan yang terakhir keluar adalah ikan senangin bakar bumbu Le Sahang.

Ikan Bakar Senangin Le SahangIkan Bakar yang saya pesan tidak terlalu besar, sekitar 600gr, ukuran pas dengan perhitungan daging yang terasa manis dan lembut. Bumbu bakaran yang dioleskan terasa manis dan cukup pedas, dengan perasan lemon cui semakin membuat rasa segar yang semakin membuat daging ikan terasa manis. Saya tidak terlalu memperdulikan bumbunya karena daging ikan sudah manis dan waktu masak yang tepat, ditambah lagi cocolan sambal terasi membuat ikan ini semakin menggoda selera.

Calamari goreng tepung Asam ManisUntuk cumi atau calamari ini dipotong bulat dan digoreng dengan tepung serta diberi bumbu madu dan lemon, tingkat kematangan cumi sudah pas namun sayang terlalu asam, namun aroma madunya sangat kuat. Sedangkan brokolinya ditumis terlalu matang sehingga tidak ada sensasi “crunchy” lagi. Saya agak kurang bersemangat menikmatinya. Es teh tawar yang saya pesan sendiri kurang terasa aroma melatinya, seandainya lebih pekat lagi pasti lebih “Uendesss”.Cah Brokoli Bawang Putih

Catatan kecil, tempat makan ini termasuk berada dilokasi yang tersembunyi, dengan konsep yang cukup hijau dan agak jauh dari jalan utama sehingga suasana cukup nyaman dengan angin sepoi sepoi dan tidak berdebu. Tempat parkir yang cukup luas memudahkan kita menyimpan kendaraan. Saya berpikir awalnya bahwa ini kantin sekolah khusus untuk orang tua siswa yang menunggui anaknya sekolah.

Pelayanan yang cukup cepat dan ramah serta tempat yang bersih menjadi salah satu poin penting untuk memilih tempat makan. Apalagi ditambah tempat parkir yang luas dan tempat yang rindang asri pasti memberikan nuansa yang lebih nyaman dan membuat nafsu makan bertambah. Dari keseluruhan tempat ini, jika memberi nilai 1-10 saya pribadi memberikan nilai 7 untuk Pondok Le Sahang. Selamat berkuliner ria.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *