Menu

Nyemil Burger di Burgerilya

Saya kebetulan cukup penasaran dengan sang owner yang sangat kencang melakukan penetrasi pasar, hampir semua jejaring social dimasukkan iklan burgerilya, saya menyimpan keyakinan bahwa tidak mungkin jika tidak punya rasa yang berbeda. Memang beriklan dijejaring sosial terasa sangat efektif untuk zaman sekarang. Saya sendiri termasuk orang yang penasaran untuk mencicipi bagaimana rasa Burgerilya.

BurgerilyaPenasaran saya terjawab dibeberapa waktu lalu. Siang hari, saya menuju kesana untuk makan siang ala amerika, cukup burger saja. Bergerak menuju ke belakang Café Nineteen, dibelakan ATM Mandiri untuk menuju tempat yang dimaksud, awalnya saya berpikir tempat ini berkonsep café namun ternyata dengan gerobak dan banyak aksesoris lucu yang dipajang disana.

Dengan meja yang disusun dan ditambah dengan bunga dengan dasar pasir warna-warni. Menu ditulis dipapan tulis dengan kapur warna, cukup menarik, sayang jika siang hari, panas matahari yang terik mengenai sebagian tempat, jadi pintar-pintarlah memilih tempat. Begitu duduk pelayan langsung memberikan menu dan menawarkan makanan apa yang ingin dipesan. Terlihat cukup cekatan dibarengi nada suara yang manja hihihi.

IMG-20130513-00233Kali ini saya memesan complete burger, dengan kisaran harga makanan 10.000 – 20.000 , saya sudah bisa memilih burger dengan berbagai pilihan ukuran. Saya sendiri beranggapan burger dan hotdog di Pontianak cenderung memiliki rasa yang tidak jauh berbeda karena rata rata menggunakan frozen patty buatan pabrik. Saya jadi semakin penasaran untuk mencoba Burgerilya ini.

IMG-20130513-00234Burger tiba, saya tidak sabar menikmatinya patty yang digadang lebih enak dari yang lainnya dan dicampur dengan sayuran ternyata tidak bohong. Patty memang enak dan berbeda dari kebanyakan, ini homemade, saya bisa merasakannya. Roti atau bun nya juga cukup berbeda, lebih crunchy dan lebih manis dari biasanya. Konsistensi tidak kopong. Good bun!

IMG-20130513-00235Untuk isiannya saya menemukan sayuran yang masih segar, ketimun, tomat dan selada, ditambah dengan keju dan patty dengan saos tomat dan mayonnaise serta ditambah dengan bawang Bombay yang digoreng dengan tepung (Union Ring). Nice plating dengan piring anyaman bambu dan dialasi kertas. Pemikiran saya jika disajikan di tempat, alas daun pisang pasti lebih mantap.

Catatan kecil, sebenarnya alangkah lebih baik lagi jika ditambahkan minuman yang beragam dan disediakan beberapa jenis patty, karena ada beberapa orang yang tidak bisa memakan sapi. Saya doakan juga agar Burgerilya bisa mendapatkan tempat yang lebih baik dan adem. Overall jika saya menilai secara pribadi 1 – 10, Burgerilya mendapat nilai 8,5 dan anda boleh mencobanya sebagai pilihan cemilan.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *