Menu

Pelabuhan Seng Hie Pontianak

Pelabuhan Seng hei merupakan tempat bongkar muat kapal-kapal barang,yang terletak di pontianak. Setiap harinya di seng hei khas dengan aroma ikan asin yang tercium di mana-mana. Ikan asin menjadi salah satu barang dagang utama di sini, berkarung-karung ikan asin dikirim dari berbagai tempat di pelosok kalimantan barat. Selain ikan asin banyak kapal juga membongkar ikan basah,sawit,dan karet. Selain kapal barang, banyak kapal penumpang juga merapat di sini. Ada kapal yang rutenya jauh,ada juga kapal yang rutenya dekat,yang jauh contohnya pontianak – pulau maya, perjalanan pontianak – pulau maya ini memakan waktu sekitar 12 jam menyusuri sungai kapuas. Kapal jarak jauh seperti ini biasanya hanya ada 1 minggu 2 kali saja, tetapi kalau kapal kecil jarak dekat berjalan setiap saat tetapi,rutenya hanya menyebrang sungai kapuas dari seng hei ke daerah keraton kadriah dan mesjid sultan syarief abdurrahman. Ongkosnya pun hanya 1000 rupiah nah, kapal kecil ini biasa disebut klotok 1 klotok bisa mengangkut 10 penumpang. Di seng hei terdapat kapal bandung kapal ini seperti rumah terapung di dalamnya ada kamar mandi dan dapur. Kapal Bandung biasanya menempuh perjalanan yang jauh, bahkan sampai berhari-hari menyusuri kapuas. Biasanya kapal Bandung mengangkut hasil perkebunan seperti sawit dan karet.

130920125802

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan rakyat pertama dan tertua yang berada di Kota Pontianak. Letaknya sangat strategis berhadapan dengan Sungai Kapuas dan dibelakangnya dekat dengan jalan Tanjungpura.
Nama pelabuhan ini di ambil dari seseorang pengusaha keturunan Cina bernama Than Seng Hie. Ia merupakan  pengusaha besar di bidang hasil bumi. Pada beberapa dekade ia membuka usaha di sekitar daerah ini. Namun disekitar tahun 1930-an usaha yang dibangunnya mengalami kemunduran. Sehingga ia terpaksa menjual tanahnya kepada pihak keuskupan, yang diperkirakan pada masa kepemimpinan Uskup Mosieur Pasisficus Bosch.
Pelabuhan Seng Hie ini memang tempat bongkat muat kapal-kapal barang. Ikan asin itu salah satu barang dagangan utama di sini. Makanya baunya tercium ke mana-mana. Berkarung-karung ikan asin, dikirim dari berbagai tempat di pelosok Kalimantan Barat. Selain ikan asin, ikan basah, sawit, dan karet juga biasa terlihat di seputaran Seng Hie.
Selain kapal barang, banyak juga kapal penumpang yang merapat di sini. Ada yang rutenya jauh, sedang, dan dekat. Yang jauh itu contohnya Pontianak-Pulau Maya. Waktu tempuhnya kira-kira 12 jam. Kapal jarak jauh seperti ini, biasanya hanya jalan 1 minggu 2 kali saja.
Kalau kapal kecil jarak dekat atau klotok, jalan setiap saat. Rutenya hanya menyeberangi sungai Kapuas dari Seng Hie ke daerah Keraton Kadriah dan Mesjid Sultan Syarief Abdurrahman, Pontianak. Ongkosnya seribu rupiah saja. Satu klotok bisa mengangkut 10 penumpang.

.antarafoto-Gelombang240112

Baca Artikel Lainnya :  Vihara Bodhissatva Karaniya Metta PontianakMakam Raja Batu Layang PontianakMasjid Jami’ Sultan Syarif Abdurahman PontianakRumah Betang Pontianak Kalimantan Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *