Menu

Robo – Robo Mempawah 2014

robo robo mempawahEvent wisata Robo-Robo merupakan wujud rasa cinta generasi baru kepada nenek moyang pendahulu Kerajaan Amantubillah Mempawah. Seperti biasa, kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap Rabu terakhir di bulan Safar tersebut diisi berbagai macam acara. Namun pada 2014 ini, perayaan tersebut terasa lebih istimewa.

Robo robo di mempawah dan sekitar nya di peringat hari rabu terakhir di bulan syaffar memperingati  kedatangan opu Daeng manambon dari kerajaan ketapang ke kerajaan mempawah dan sesampai nya di muara sungai mempawah ( kuala mempawah ) rombongan  di sambut masarakat dengan sukacita dan dari rombongan raja melemparkan ketupat yg  sebagai bekal di perjalan ke masarakat yg berada di tepi sungai yg banyak di tumbuhi mempelam pauh (pohon jenis asam ) dan menjadi nama kota mempawah dari kata mempelam pauh.

Perayaan robo-robo di Mempawah merupakan event yang telah menjadi kalender pariwisata daerah di kabupaten Mempawah yang dirayakan di areal pelabuhan Perikanan, Kuala Mempawah. Banyak kegiatan- kegiatan yang berlangsung pada acara ini baik yang dilaksanakan pada siang hari, sore hari, maupun pada malam hari, termasuk aktifitas pasar rakyat yang setiap sore dan malam selalu ramai dikunjungi warga untuk berbelanja.

Puncak kegiatan robo-robo adalah pelaksanaan ritual buang-buang yang dilakukan langsung oleh Penembahan Istana Keraton Amantubillah, Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim, bersama permaisuri sebagai bentuk kecintaan kepada pejuang yang merupakan cikal bakal tubuh kembangnya Kabupaten Mempawah. Kegiatan yang kental dengan nuansa kebudayaan tersebut, tahun ini dinilai istimewa oleh Mardan. Sebab pertama kali dilaksanakan dengan status nama Kabupaten yang baru yaitu Kabupaten Mempawah. Mardan sendiri merupakan salah satu yang sangat getol memperjuangkan perubahan nama Kabupaten. Karena sebelumnya, dia mengatakan nama daerah sangat melambangkan ciri khas dari daerah itu sendiri. Mengingat nama Kabupaten Pontianak sangat mirip dengan Kota Pontianak yang selama ini selalu terjadi kesalahpahaman mengenai nama daerah, hal ini juga didasari pada nama kerajaan yang berkuasa di Mempawah yang juga menggunakan nama Mempawah sebagai nama kerajaannya.

Tak hanya dilaksanakan usai peresmian nama Kabupaten Mempawah, Robo-robo tahun ini juga terasa spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahun Bupati Mempawah, Ria Norsan yang juga jatuh pada 17 Desember. Ayah empat anak ini terlihat terharu ketika pembawa acara disela pembacaan kegiatan menyampaikan bahwa dirinya saat itu berulang tahun.

Tamu undangan yang hadir pun tak henti-hentinya mengucapkan selamat kepada orang nomor satu di Kabupaten Mempawah tersebut. Keharuan semakin bertambah, ketika salah satu anak Ria Norsan mengucapkan ulang tahun kepada sang ayah melalui spanduk yang dibawanya pada atraksi Paralayang.

Namun demikian, bagi Norsan, saat ini adalah bagaimana memajukan wilayah yang dipimpinnya tersebut dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah memajukan seni dan budaya. Baginya untuk melestarikan adat istiadat budaya dapat melalui berbagai bentuk, agar tak tergerus zaman.

Dalam kesempatan itu, Norsan meminta masyarakat untuk kompak. Jangan sampai mudah dipecah belah oleh kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Demi menjaga eksistensi agar kebudayaan di Kabupaten Mempawah tak tenggelam.

“Zaman boleh berubah, tapi adat tetap harus dipegang. Jangan sampai hilang ditelan zaman.”
-Ria Norsa-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *