Tag Archives: Pontianak

Menikmati Ayam Gebug Bali di Warung Exotic

 Ah, saya lama sekali tidak menulis tentang wisata kuliner saya, kesibukan saya saat ini sangat menyita waktu sekali, terkadang saya sendiri malah tidak sempat untuk memikirkan diri sendiri. Semacam pusing dan membuat saya mengeluarkan extra tenaga dan pikiran. Namun keuntungannya saya dapat menikmati hampir seluruh sudut kota di Pontianak, menikmati berbagai jenis makanan dan tempat baru.

IMG-20130724-00514

Beberapa waktu saya melihat iklan Koran yang mengiklan ayam goreng Exotic, disana juga terdapat ayam gebug bali. Memang banyak pengertian yang berbeda antara ayam dengan bumbu Bali (basa genep) atau Ayam dengan bumbu Bali ala Jawa yang berwarna merah. Memang jarang ada penjelasan detail megenai makanan yang dijual mungkin ini digunakan sebagai trik marketing agar pelanggan penasaran.

 IMG-20130724-00513Setelah membaca iklan ini saya harus menjawab rasa penasaran saya untuk segera mengunjungi tempat ini di Jalan Merdeka tepat didepan STMIK. Setelah mendapatkan tempat duduk yang nyaman, saya langsung menjatuhkan pesanan saya pada Ayam Gebug Bali plus teh tarik.

IMG-20130724-00512Pelayan cepat menghampiri kami untuk memberikan pelayanan, lovely, saya suka dengan sesuatu yang cepat dan tanggap. Order ditulis, disebutkan ulang dan dalam waktu 10-15 menit makanan datang. Pertama yang datang adalah teh tarik, ayam gebug bali dan selanjutnya cah kangkung seafood. Makanan cepat dihidangkan, namun sayang ayam dan nasinya tidak hangat, saya cukup heran kenapa banyak restoran yang agak pelit memberikan bawang merah goreng diatas nasi. Untuk cah kangkungnya menurut saya porsinya terlalu sedikit.

 IMG-20130724-00516Mengenai rasa, untuk ayamnya boleh tahan, bumbu ungkepnya yang merasuk kedalam ayam, apalagi ayamnya digebuk sehingga dagingnya menjadi enak tapi sayang bumbu balinya kurang terasa nendang menurut saya, dugaan saya ternyata tepat, bumbu bali yang dimaksud adalah versi Jawa, sayang sekali bumbu balinya hanya disimpan dibagian atas sebagai pelengkap saos sehingga kurang nendang, seandainya dimasak terlebih dahulu sebentar dengan bumbu bali pasti lebih mantep! Namun dengan harga Rp 15.000,- dengan potongan yang cukup besar boleh dibilang cukup berimban

IMG-20130724-00515Untuk cah kangkung seafoodnya boleh dibilang lumayan enak dengan aroma tumisan yang saya suka, namun sayang, untuk harga Rp 17.000,- terlalu sedikit, sedangkan minuman teh tarik seharga Rp 6.000,- berasa bukan buatan tangan namun racikan minuman sachetan. Untuk lokasinya sedikit gelap dan kurang sekali artistic penataannya, jujur saya kurang nyaman berada disini. Terasa gelap dan sumpek walaupun tempatnya sudah cukup bersih dengan parkiran yang lumayan lebar. Silakan datang kesini karena masih banyak makanan lain yang bisa dipesan dan dinikmati, saya sendiri memberikan nilai 6,8 dari nilai 10. Selamat mencoba.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Makan Siang Segar di Warung Suka Rasa

Mencari warung yang buka disaat siang hari dibulan puasa adalah satu tantangan tersendiri, setelah lelah berkeliling demi pekerjaan, waktunya untuk mengisi perut dan melepas lelah, ternyata ini juga menjadi hal yang perlu tenaga ekstra. Beberapa tempat langganan saya tutup dan saya putuskan untuk berkeliling dan mencoba tempat baru dengan system gambling. “enak ngga enak yang penting hajar” ini yang ada dibenak saya berhubung lapar. Setelah menyusuri beberapa jalan saya sampai didaerah HOS Cokroaminoto.

 IMG-20130717-00482

Saya menemukan rumah makan baru disebelah Widya Dharma dekat POM bensin, namanya Suka Rasa, tempatnya bersih dan masih baru, tempatnya lumayan nyaman dan rapi, meja dan bangku tersusun rapi. Saya putuskan untuk mampir disini dan menikmati makanan disini, saya sendiri masih menebak nebak kira-kira apa makanan yang enak disini. Saya belum pernah mendengar reviewnya sedikitpun.

 IMG-20130717-00487Pelayan datang dengan cepat pada saat kami selesai memilih tempat duduk, dan memberikan menu makanan yang disediakan disini, beberapa jenis masakan bertemakan ayam dihadirkan disini, tapi saat saya bertanya apa makanan special ditempat ini, pelayan sekaligus pemilik langsung menganjurkan kami untuk mencoba menikmati ayam goreng lemon. Dikepala saya yang terbayang adalah ayam goreng dengan saos lemon yang kental dengan rasa asam manis yang segar dan pas dinikmati siang hari ini. Untuk minuman saya minta tambahan untuk minuman special suka rasa. Yummy nih, sepertinya kombinasi ini sudah pas banget. Selain makanan utama saya juga memesan makanan tambahan berupa tahu goreng dan sup jagung.

Minuman segera datang, dahaga segera hilang dengan mencoba es suka rasa yang terdiri dari susu, cincau dan selasih. Perpaduan yang pas sekali dengan susu yang tidak terlalu kencang manisnya. Seger banget, namun sayang sup jagungnya tidak terlalu mantep rasanya, terlalu biasa dengan isian polong, jagung, dan wortel serta ayam, kaldunya sendiri kurang memberikan rasa. Tahu goreng juga tiba, dengan rasa yang gurih lembut. Makanan utama tiba. Ayam goreng yang sepertinya digoreng dengan tepung, dengan tambahan nasi dengan taburan secuil bawang goreng, ada salad sayuran dari kol dan wortel plus mayonnaise ditambah dengan cocolan dari cuka, potongan bawang putih dan cabe besar.

 IMG-20130717-00485Ternyata asumsi awal saya salah, tidak ada saos lemon kental asam manis di ayam, saya piker bahwa cocolan yang digunakan berasa lemon, ternyata tidak juga karena rasa cuka sangat dominan disana, cocolan ini mirip dengan cocolan yang biasa digunakan dihongkong untuk makan ayam goreng atau rebus, lalu dimana rasa lemonnya? Setelah saya telisik rupanya ada didalam balutan tepung tipis diayam dan bumbu marinate yang lumayan berasa lemonnya. Saya suka ayam gorengnya, lembut dan masih moist serta masih berasa seratnya saat dikunyah. Cara masaknya sudah tepat, bumbunya juga terasa sangat simple.

 IMG-20130717-00486Jika dicocolkan kedalam ramuannya, ada sensasi rasa lain lagi, memang terasa segar dan cukup sehat, saya juga merasakan ada sentuhan makanan fusion lainnya dari salad sayuran dengan mayonnaise yang disajikan disini ditambah sentuhan Indonesia didalamnya yaitu bawang goreng. Overall tempat ini memberikan rasa yang lumayan menggugah selera dengan kesimpelan makanan dan kebersihannya. Silakan mencoba makan disini sebagai alternative baru, tidak terlalu mahal dan menyenangkan. Untuk rating saya beri 7 dari 10

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Makan siang mantep di Raja Uduk

Beberapa kali datang ke Raja Uduk jl. Teuku Umar no. 76 Pontianak, memang pelanggan harus diajarkan untuk sabar menunggu, saya pernah kesini bersama manajer freshmart dan koki santika, kami harus menunggu kurang lebih 30 menit, hal serupa juga rupanya dialami oleh ibu disebelah kami. Bahkan setelah makanan datang dan habis, minumanpun belum muncul, teman saya udah kepedasan namun minuman belum tiba sehingga harus berteriak-teriak heboh beberapa kali, memang kami datang pada saat makan siang, sehingga memang pelanggan sedang ramai dan sepertinya jumlah pelayan disini juga kurang. pak Rizal sendiri harus turun tangan membantu, contoh yang baik dari seorang bos.

 rajauduk2
Makanan yang disediakan disini adalah ayam goreng maupun bakar serta makanan pendamping seperti tempe, tahu, hati ampela serta telur puyuh yang semuanya dibacem. Serta tentu saja nasi uduk yang disajikan agak beda dengan bentuk tumpeng kecil daun pisang, pasti tujuannya agar nasi menjadi semakin wangi. Nasi yang dihidangkan dalam 1 porsi memang terbilang kecil, saya sempat bertanya alasannya kenapa, kepada Pemilik, Pak rizal menjawab bahwa ini sengaja agar anak kecil bisa pas menikmati satu porsi nasi uduk ini. Dengan aroma yang khas, dan tingkat kepulenan nasi yang pas, nasi uduk ini terlihat membyar dan dengan tambahan bawang goreng disana, menambah makanan ini semakin nikmat. Banyak yang mengira mungkin dicampur sedikit ketan,namun menurut pengakuan sang pemilik, beras yang dugunakan memang pilihan dan bahkan berasnya harus dipilih satu persatu.

rajauduk
Main point yang lain dari makanan disini adalah ayamnya, karena ayam menjadi lauk utama di raja uduk ini, 2 jenis sajian yang disediakan disini, ada ayam goreng dan ayam bakar, keduanya terlihat menggugah selera, dengan bentuk yang tidak terlalu besar, sepertinya dipilih yang bisa dibagi 4 seperti yang biasanya digunakan warung nasi padang. Ayam ini sepertinya dimasak terlebih dahulu dengan bumbu, kemungkinan bumbu ungkep namun ungkep ini tidak menggunakan banyak kunyit, aroma dedaunan khas indonesia cukup tercium. Pemasakan pas, daging ayam cukup lembut tidak sampai hancur dan tulang gampang copot dari tulang. Menurut saya jika terlalu lembut, sensasi kunyahannya sudah tidak ada dan tidak enak lagi. Untuk panggang, ada sedikit rasa yang berbeda, disini bumbu rempah sedikit tercium, setelah itu ayam ini dipanggang dengan kecap sehingga membentuk karamelisasi, jarak bara dan ayam cukup pas sehingga aroma bakaran cukup terasa namun tidak ada gosong di ayam. Rasa ayam menurut saya sudah diperhitungkan sehingga tidak merusak rasa nasi uduknya, justru menambah rasa sehingga cocok dipadukan.

rajauduk1
Ada satu menu pendamping tapi sangat mempengaruhi rasa keseluruhan, jadi sebenarnya sambal adalah elemen super penting untuk menyatukan rasa. Sambal tidak boleh mengubah rasa tapi harus memperkaya rasa, harus bisa menjembatani rasa makanan utama. Sambal yang digunakan diraja uduh adalah sambal bajak, namun rasa pedas yang paling menonjol, asam cukup, manis cukup, asin cukup. Rasa terasinya juga tidak terlalu kencang, sehingga tidak meracuni rasa yang lain. Pedas yang kencang sekali ini membuat porsi cabenya tidak besar. Menu tambahan lain ada telur puyuh, tempe dan tahu yang dibacem serta hati ayam yang digoreng kering.

Untuk minuman sendiri, Es teh Eksotis dibuat menjadi trade mark raja uduk karena merupakan rajikan pak rizal. Dari namanya sendiri mungkin sudah bisa ditebak, tentunya ada aroma rempah yang dimasukkan kedalamnya. Aroma yang paling terasa disini adalah cinnamon atau kayu manis, namun sayang rasa tehnya sedikit berkurang, seharusnya aroma boleh rempah tapi jangan sampai menghilangkan rasa teh. Tapi untunglah rasanya tidak pahit, karena jika kebanyakan kayu manis maka akan menjadi pahit.

Whole Package dihargai Rp 25.000,- 1 paket makanan terdiri dari ayam, nasi, tahu tempe dan segelas es teh eksotis. Masalah rasa saya pikir tidak perlu diragukan tapi sepertinya anda harus menyiapkan dana lebih untuk extra nasi uduk. Menurut pak Rizal, kenapa berani menggunakan nama raja uduk karena menurutnya setelah melakukan petualangan kuliner uduk di Kota Pontianak, Nasi uduknyalah yang paling special, nama ini juga merupakan teknik marketing untuk lebih menarik pelanggan untuk datang. Saya juga sempat bertanya, kenapa tidak menambahkan sayur asem sebagai menu tambahan seperti lazimnya nasi uduk di Pontianak, ternyata menurut beliau, rasa sayur asem dapat merusak rasa uduknya sendiri. Menurut saya sendiri itu hanya masalah selera, mau menambahkan atau tidak semua tergantung selera saja.

Overall menu-menu disini masuk dalem kategori wajib coba, silakan menikmati makanan disini, namun jika anda datang pada jam makan, anda harus menyiapkan waktu ekstra untuk menunggu pelayanan serta menunggu tempat duduk kosong. Silakan datang lebih awal dari jam makan kebanyakan orang supaya bisa dapat tempat dan cepat mendapat pelayanan. Kenapa butuh proses? Menurut pak Rizal, semua makanan fresh from the oven. *asal ayamnya jangan baru ditangkap dan nasinya baru dimasak*. Untuk nilai makanan disini dari 1-10 saya memberikan poin 8, selamat menikmati.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Sotong Pangkong pengobat Rindu Kampung Halaman

Sotong Pangkong, pusaka kuliner pengobat rindu Ini adalah salah satu makanan yang bisa masuk kategori pusaka kuliner. Makanan yang selalu membuat kangen banyak orang untuk pulang kampung dan menikmatinya. Apalagi menikmati kuliner ini tidak sekedar mencari nikmat tapi sebagai budaya saat kembali kekampung halaman. Apa menunya? Sotong pangkong dikenal juga dengan nama juhi, terbuat dari Sotong atau “ikan” nus adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai maupun laut atau danau.

sotong pangkongHewan ini dapat ditemukan di hampir semua perairan yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Sotong juga merupakan makanan sejenis seafood.

sotong pangkong

Sotong sering kali disalahtafsirkan sebagai cumi-cumi. Keduanya berbeda karena sotong bertubuh pipih, sementara cumi-cumi lebih berbentuk silinder. Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras, sedangkan pada cumi-cumi lunak. Cara pembuatannya tidak susah, sotong kering yang dibuat ceper, biasanya ditampilkan dengan utuh, dari bagian badan, kepala hingga tentakelnya, lalu sebelum dimakan biasanya harus melalui proses pembakaran dan dipukul atau dipangkong diatas besi sehingga seratnya lebih lunak dan memudahkan untuk memakannya, lalu dipanggang diatas bara. Ada yang mengoleskan bumbu saat memanggang dan ada yang tidak, ada pula yang memukul sekaligus menggilingnya agar lebih mudah untuk dimakan.

sotong pangkongKarena dipukul atau dipangkong inilah namanya menjadi sotong pangkong. Ada beberapa jenis saos yang digunakan untuk memakannya, namun yang sering saya nikmati ada yang berasa asam pedas dengan aroma ebi dan bawang putih, adapula yang menggunakan bumbu kacang, baik yang cair maupun yang kental seperti gado-gado, semuanya tergantung selera, yang unik juga cara menikmatinya, ada yang mencelupkan kedalam saos ada pula yang meminum saosnya baru kemudian memasukkan sotongnya. Semua orang punya cara untuk menikmatinya, tergantung kesenangan masing-masing.

sotong pangkongHarga yang ditawarkan juga berbeda-beda, mulai dari 8ribu, 10ribu hingga 12ribu rupiah bahkan 20ribu rupiah. Makanan ini sangat nikmat sekali jika ditambah jeruk hangat dan dinikmati saat sore hari. Silakan datang disepanjang Jalan Merdeka di Pontianak, karena disini merupakan pusat penjualan sotong pangkong, datang saja mulai sore hari apalagi pada saat bulan Ramadhan. Budaya seperti ini memang harus dilestarikan, paling tidak pusaka kuliner Indonesia asli Pontianak ini dapat terus dinikmati, saat mereka kangen kampung halaman.

Sotong pangkongWalaupun mereka sudah berasimilasi dirantau mereka akan tetap mengajak anak cucu kembali ke Pontianak untuk menikmati kehangatan dan kebersamaan sotong pangkong. Viva makanan lokal. Mari dukung gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Pengkang, penganan sederhana yang “Nendang”

Pengkang? Apaan tuh?. Kalimat itulah yang paling sering saya dengar saat teman saya yang baru datang ke Kalimantan Barat saat diajak untuk menikmati kuliner khas ini. Nama yang terdengar sedikit aneh dan agak janggal. Tapi dibalik itu semua terdapat rasa yang luar biasa menggugah selera.

  pengkang 3Cobalah untuk berkunjung ke daerah Peniti, daerah ini sekitar 30 km dari kota Pontianak, disana terdapat banyak sekali pondok makan yang menjual pengkang. Pengkang adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Kalimantan Barat, yang dibuat dengan bahan baku dari beras ketan atau beras pulut (sebutan masyarakat Kal-bar). Karena citarasanya yang uniq, maka pengkang banyak diburu para penikmat wisata kuliner. Pengkang sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan lemper didaerah Jawa. Berbeda hanya isian yang digunakan. Berhubung beberapa wilayah di Kalimantan Barat berada dipesisir maka digunakan isian udang kering yang lebih dikenal dengan Ebi.

pengkang 6pengkang 7

Para  penikmant  wisata kuliner dapat menjumpai pengkang salah satunya di jalan raya Pontianak-Sungai Pinyuh yaitu di daerah Peniti, kalau arah dari Pontianak di sebelah kanan jalan. Di sini dapat kita jumpai sebuah rumah makan yang cukup besar dengan menu spesialnya pengkang. Masyarakat Tionghoa menyebut pengkang untuk segela jenis masakkan yang di panggang, di Kalimantan Barat pengkang dipanggang terlebih dahulu sebelum disajikan.

pengkang  5Cara pembuatannya tidak terlalu sulit ketan terlebih dahulu diaron menggunakan santan lalu dikukus sampai matang setelah itu dimasukkan kedalam daun pisang dan diisi dengan ebi dan dibentuk segitiga. Setelah itu dijepit dengan bambu berpasangan dan kemudian dibakar hingga matang.

  pengkang 4Pengkang ini akan lebih enak jika dicocol dengan sambal kepah yang khas melayu, semuanya memanfaatkan hasil pesisir. Sambal kepah sendiri merupakan sambal yang dibuat dari sejenis kerang yang hidup dihutan mangrove. Rasa pedas manis sambal, berpadu dengan gurihnya kepah.

 pengkang 2

Aroma gurih pengkang darisantan dan ketan membuat kita sulit untuk berhenti membuka lembar demi lembar daun pisang pelapis pengkang ini. Paduan gurihnya ketan pengkang dengan legitnya pedas sambal kepah menjadikan makanan ini wajib hukumnya untuk dicoba oleh anda yang akan atau tengah berkunjung di Pontianak. Kuliner wajib yang bisa menjadi andalan sumber protein dan karbohidrat. Rasanya yang gurih dan pedas membuat kita akan susah berhenti untuk menikmatinya.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Santai Sejenak di Juice dan Ramen OIZUMI

Warung Juice dan Ramen “OIZUMI” memang sudah berpindah ketempat yang jauh lebih luas dan berada di tepi jalan Utama Gajah Mada. Kalau mungkin boleh saya ingatkan, warung yang pertama menyediakan ramen dengan konsep warung adalah OIZUMI. Tapi mengapa saya sendiri lebih suka dengan juice yang dibuat disini, lebih creamy, kental, manis, gurih dan terasa buahnya daripada ramennya sendiri. Masalah harga jika memang sesuai tidaklah menjadi masalah. Sesuai dengan pepatah, “ada bentuk ada rasa ada harga”.

Ramen Oizumi

Siang yang cukup panas sepertinya pas sekali jika saya berkunjung kesini untuk menikmati ramen asapnya yang cukup dikenal. Setelah sampai disini dan melihat daftar menu, selain mie ramen asep special saya juga melihat nama 1 jenis es yang cukup menarik perhatian saya, melihat tulisan es “KIMOCHI” pikiran saya langsung terbang kemana mana dan tersenyum simpul. Yup, pilihan minuman siang saya kali ini adalah es Kimochi yang pasti enak dan segar dan pas dengan Mie ramen asap special.

Ramen Oizumi

Pesanan saya datang dalam 15 menit dan aroma pedas dan panas langsung menusuk hidung. Sebagai penggemar pedas, saya tidak dapat menahan rasa lapar saya. Es kimochi juga sudah tersedia, lalu mana dulu yang akan saya makan? Sebelumnya saya ingin mencoba sedikit menggambarkan bahwa es ini sebenarnya seperti es buah, yang diisi dengan potongan semangka, mangga, melon, selasih, potongan lidah buaya, jagung dan ditambah dengan simple sirup. Es ini berasa cukup segar dengan rasa buah yang “ngeblend” saat dikunyah. Perpaduan yang sesuai untuk siang yang panas ini.

Ramen Oizumi

Ramen asap ini disajikan dengan unik, menggunakan tempat seperti periuk namun berbeda karena hanya setengah tinggi periuk biasa, mungkin inilah periuk Jepang yang terbuat dari besi padat sehingga panasnya lebih tahan lama, Ramen nya terdiri dari mie khusus dengan ukuran yang lebih kecil sehingga tidak boleh dimasak terlalu lama, bahan tambahan lainnya ada ayam semur dan jamur kancing, jamur kuping, udang, baso ikan dan telur ayam, semuanya bersatu dengan kuah yang pedas, berbumbu dan gurih. Ditambah dengan sayuran sawi keriting dan tauge sebagai suplemen sayuran Boleh dibilang kuah dan level pedasnya sudah pas menurut saya, tambahan lainnya pun sudah sangat pas.

Ramen OizumiRamen Oizumi

Mungkin yang perlu dibenahi adalah cara memasak mienya, mesti hati hati dan jangan terlalu lama karena akan menjadi lembek karena terlalu matang, udangnya pun jangan terlalu lama dimasak karena rasanya akan alot seperti sandal, tidak lebih dari 2-3 meneit saja. Pelayanan disini juga terkadang lambat dan mesti diingatkan berulang-ulang. Harus punya cukup kesabaran jika cukup ramai yang membeli juice. Overall saya memberikan nilan 7,5 untuk total makanan dan pelayanan disini dari skala 1-10. Selamat mencoba dan menikmati

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)