Tag Archives: Pontianak

Menikmati Ayam Gebug Bali di Warung Exotic

 Ah, saya lama sekali tidak menulis tentang wisata kuliner saya, kesibukan saya saat ini sangat menyita waktu sekali, terkadang saya sendiri malah tidak sempat untuk memikirkan diri sendiri. Semacam pusing dan membuat saya mengeluarkan extra tenaga dan pikiran. Namun keuntungannya saya dapat menikmati hampir seluruh sudut kota di Pontianak, menikmati berbagai jenis makanan dan tempat baru.

IMG-20130724-00514

Beberapa waktu saya melihat iklan Koran yang mengiklan ayam goreng Exotic, disana juga terdapat ayam gebug bali. Memang banyak pengertian yang berbeda antara ayam dengan bumbu Bali (basa genep) atau Ayam dengan bumbu Bali ala Jawa yang berwarna merah. Memang jarang ada penjelasan detail megenai makanan yang dijual mungkin ini digunakan sebagai trik marketing agar pelanggan penasaran.

 IMG-20130724-00513Setelah membaca iklan ini saya harus menjawab rasa penasaran saya untuk segera mengunjungi tempat ini di Jalan Merdeka tepat didepan STMIK. Setelah mendapatkan tempat duduk yang nyaman, saya langsung menjatuhkan pesanan saya pada Ayam Gebug Bali plus teh tarik.

IMG-20130724-00512Pelayan cepat menghampiri kami untuk memberikan pelayanan, lovely, saya suka dengan sesuatu yang cepat dan tanggap. Order ditulis, disebutkan ulang dan dalam waktu 10-15 menit makanan datang. Pertama yang datang adalah teh tarik, ayam gebug bali dan selanjutnya cah kangkung seafood. Makanan cepat dihidangkan, namun sayang ayam dan nasinya tidak hangat, saya cukup heran kenapa banyak restoran yang agak pelit memberikan bawang merah goreng diatas nasi. Untuk cah kangkungnya menurut saya porsinya terlalu sedikit.

 IMG-20130724-00516Mengenai rasa, untuk ayamnya boleh tahan, bumbu ungkepnya yang merasuk kedalam ayam, apalagi ayamnya digebuk sehingga dagingnya menjadi enak tapi sayang bumbu balinya kurang terasa nendang menurut saya, dugaan saya ternyata tepat, bumbu bali yang dimaksud adalah versi Jawa, sayang sekali bumbu balinya hanya disimpan dibagian atas sebagai pelengkap saos sehingga kurang nendang, seandainya dimasak terlebih dahulu sebentar dengan bumbu bali pasti lebih mantep! Namun dengan harga Rp 15.000,- dengan potongan yang cukup besar boleh dibilang cukup berimban

IMG-20130724-00515Untuk cah kangkung seafoodnya boleh dibilang lumayan enak dengan aroma tumisan yang saya suka, namun sayang, untuk harga Rp 17.000,- terlalu sedikit, sedangkan minuman teh tarik seharga Rp 6.000,- berasa bukan buatan tangan namun racikan minuman sachetan. Untuk lokasinya sedikit gelap dan kurang sekali artistic penataannya, jujur saya kurang nyaman berada disini. Terasa gelap dan sumpek walaupun tempatnya sudah cukup bersih dengan parkiran yang lumayan lebar. Silakan datang kesini karena masih banyak makanan lain yang bisa dipesan dan dinikmati, saya sendiri memberikan nilai 6,8 dari nilai 10. Selamat mencoba.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Makan Siang Segar di Warung Suka Rasa

Mencari warung yang buka disaat siang hari dibulan puasa adalah satu tantangan tersendiri, setelah lelah berkeliling demi pekerjaan, waktunya untuk mengisi perut dan melepas lelah, ternyata ini juga menjadi hal yang perlu tenaga ekstra. Beberapa tempat langganan saya tutup dan saya putuskan untuk berkeliling dan mencoba tempat baru dengan system gambling. “enak ngga enak yang penting hajar” ini yang ada dibenak saya berhubung lapar. Setelah menyusuri beberapa jalan saya sampai didaerah HOS Cokroaminoto.

 IMG-20130717-00482

Saya menemukan rumah makan baru disebelah Widya Dharma dekat POM bensin, namanya Suka Rasa, tempatnya bersih dan masih baru, tempatnya lumayan nyaman dan rapi, meja dan bangku tersusun rapi. Saya putuskan untuk mampir disini dan menikmati makanan disini, saya sendiri masih menebak nebak kira-kira apa makanan yang enak disini. Saya belum pernah mendengar reviewnya sedikitpun.

 IMG-20130717-00487Pelayan datang dengan cepat pada saat kami selesai memilih tempat duduk, dan memberikan menu makanan yang disediakan disini, beberapa jenis masakan bertemakan ayam dihadirkan disini, tapi saat saya bertanya apa makanan special ditempat ini, pelayan sekaligus pemilik langsung menganjurkan kami untuk mencoba menikmati ayam goreng lemon. Dikepala saya yang terbayang adalah ayam goreng dengan saos lemon yang kental dengan rasa asam manis yang segar dan pas dinikmati siang hari ini. Untuk minuman saya minta tambahan untuk minuman special suka rasa. Yummy nih, sepertinya kombinasi ini sudah pas banget. Selain makanan utama saya juga memesan makanan tambahan berupa tahu goreng dan sup jagung.

Minuman segera datang, dahaga segera hilang dengan mencoba es suka rasa yang terdiri dari susu, cincau dan selasih. Perpaduan yang pas sekali dengan susu yang tidak terlalu kencang manisnya. Seger banget, namun sayang sup jagungnya tidak terlalu mantep rasanya, terlalu biasa dengan isian polong, jagung, dan wortel serta ayam, kaldunya sendiri kurang memberikan rasa. Tahu goreng juga tiba, dengan rasa yang gurih lembut. Makanan utama tiba. Ayam goreng yang sepertinya digoreng dengan tepung, dengan tambahan nasi dengan taburan secuil bawang goreng, ada salad sayuran dari kol dan wortel plus mayonnaise ditambah dengan cocolan dari cuka, potongan bawang putih dan cabe besar.

 IMG-20130717-00485Ternyata asumsi awal saya salah, tidak ada saos lemon kental asam manis di ayam, saya piker bahwa cocolan yang digunakan berasa lemon, ternyata tidak juga karena rasa cuka sangat dominan disana, cocolan ini mirip dengan cocolan yang biasa digunakan dihongkong untuk makan ayam goreng atau rebus, lalu dimana rasa lemonnya? Setelah saya telisik rupanya ada didalam balutan tepung tipis diayam dan bumbu marinate yang lumayan berasa lemonnya. Saya suka ayam gorengnya, lembut dan masih moist serta masih berasa seratnya saat dikunyah. Cara masaknya sudah tepat, bumbunya juga terasa sangat simple.

 IMG-20130717-00486Jika dicocolkan kedalam ramuannya, ada sensasi rasa lain lagi, memang terasa segar dan cukup sehat, saya juga merasakan ada sentuhan makanan fusion lainnya dari salad sayuran dengan mayonnaise yang disajikan disini ditambah sentuhan Indonesia didalamnya yaitu bawang goreng. Overall tempat ini memberikan rasa yang lumayan menggugah selera dengan kesimpelan makanan dan kebersihannya. Silakan mencoba makan disini sebagai alternative baru, tidak terlalu mahal dan menyenangkan. Untuk rating saya beri 7 dari 10

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Makan siang mantep di Raja Uduk

Beberapa kali datang ke Raja Uduk jl. Teuku Umar no. 76 Pontianak, memang pelanggan harus diajarkan untuk sabar menunggu, saya pernah kesini bersama manajer freshmart dan koki santika, kami harus menunggu kurang lebih 30 menit, hal serupa juga rupanya dialami oleh ibu disebelah kami. Bahkan setelah makanan datang dan habis, minumanpun belum muncul, teman saya udah kepedasan namun minuman belum tiba sehingga harus berteriak-teriak heboh beberapa kali, memang kami datang pada saat makan siang, sehingga memang pelanggan sedang ramai dan sepertinya jumlah pelayan disini juga kurang. pak Rizal sendiri harus turun tangan membantu, contoh yang baik dari seorang bos.

 rajauduk2
Makanan yang disediakan disini adalah ayam goreng maupun bakar serta makanan pendamping seperti tempe, tahu, hati ampela serta telur puyuh yang semuanya dibacem. Serta tentu saja nasi uduk yang disajikan agak beda dengan bentuk tumpeng kecil daun pisang, pasti tujuannya agar nasi menjadi semakin wangi. Nasi yang dihidangkan dalam 1 porsi memang terbilang kecil, saya sempat bertanya alasannya kenapa, kepada Pemilik, Pak rizal menjawab bahwa ini sengaja agar anak kecil bisa pas menikmati satu porsi nasi uduk ini. Dengan aroma yang khas, dan tingkat kepulenan nasi yang pas, nasi uduk ini terlihat membyar dan dengan tambahan bawang goreng disana, menambah makanan ini semakin nikmat. Banyak yang mengira mungkin dicampur sedikit ketan,namun menurut pengakuan sang pemilik, beras yang dugunakan memang pilihan dan bahkan berasnya harus dipilih satu persatu.

rajauduk
Main point yang lain dari makanan disini adalah ayamnya, karena ayam menjadi lauk utama di raja uduk ini, 2 jenis sajian yang disediakan disini, ada ayam goreng dan ayam bakar, keduanya terlihat menggugah selera, dengan bentuk yang tidak terlalu besar, sepertinya dipilih yang bisa dibagi 4 seperti yang biasanya digunakan warung nasi padang. Ayam ini sepertinya dimasak terlebih dahulu dengan bumbu, kemungkinan bumbu ungkep namun ungkep ini tidak menggunakan banyak kunyit, aroma dedaunan khas indonesia cukup tercium. Pemasakan pas, daging ayam cukup lembut tidak sampai hancur dan tulang gampang copot dari tulang. Menurut saya jika terlalu lembut, sensasi kunyahannya sudah tidak ada dan tidak enak lagi. Untuk panggang, ada sedikit rasa yang berbeda, disini bumbu rempah sedikit tercium, setelah itu ayam ini dipanggang dengan kecap sehingga membentuk karamelisasi, jarak bara dan ayam cukup pas sehingga aroma bakaran cukup terasa namun tidak ada gosong di ayam. Rasa ayam menurut saya sudah diperhitungkan sehingga tidak merusak rasa nasi uduknya, justru menambah rasa sehingga cocok dipadukan.

rajauduk1
Ada satu menu pendamping tapi sangat mempengaruhi rasa keseluruhan, jadi sebenarnya sambal adalah elemen super penting untuk menyatukan rasa. Sambal tidak boleh mengubah rasa tapi harus memperkaya rasa, harus bisa menjembatani rasa makanan utama. Sambal yang digunakan diraja uduh adalah sambal bajak, namun rasa pedas yang paling menonjol, asam cukup, manis cukup, asin cukup. Rasa terasinya juga tidak terlalu kencang, sehingga tidak meracuni rasa yang lain. Pedas yang kencang sekali ini membuat porsi cabenya tidak besar. Menu tambahan lain ada telur puyuh, tempe dan tahu yang dibacem serta hati ayam yang digoreng kering.

Untuk minuman sendiri, Es teh Eksotis dibuat menjadi trade mark raja uduk karena merupakan rajikan pak rizal. Dari namanya sendiri mungkin sudah bisa ditebak, tentunya ada aroma rempah yang dimasukkan kedalamnya. Aroma yang paling terasa disini adalah cinnamon atau kayu manis, namun sayang rasa tehnya sedikit berkurang, seharusnya aroma boleh rempah tapi jangan sampai menghilangkan rasa teh. Tapi untunglah rasanya tidak pahit, karena jika kebanyakan kayu manis maka akan menjadi pahit.

Whole Package dihargai Rp 25.000,- 1 paket makanan terdiri dari ayam, nasi, tahu tempe dan segelas es teh eksotis. Masalah rasa saya pikir tidak perlu diragukan tapi sepertinya anda harus menyiapkan dana lebih untuk extra nasi uduk. Menurut pak Rizal, kenapa berani menggunakan nama raja uduk karena menurutnya setelah melakukan petualangan kuliner uduk di Kota Pontianak, Nasi uduknyalah yang paling special, nama ini juga merupakan teknik marketing untuk lebih menarik pelanggan untuk datang. Saya juga sempat bertanya, kenapa tidak menambahkan sayur asem sebagai menu tambahan seperti lazimnya nasi uduk di Pontianak, ternyata menurut beliau, rasa sayur asem dapat merusak rasa uduknya sendiri. Menurut saya sendiri itu hanya masalah selera, mau menambahkan atau tidak semua tergantung selera saja.

Overall menu-menu disini masuk dalem kategori wajib coba, silakan menikmati makanan disini, namun jika anda datang pada jam makan, anda harus menyiapkan waktu ekstra untuk menunggu pelayanan serta menunggu tempat duduk kosong. Silakan datang lebih awal dari jam makan kebanyakan orang supaya bisa dapat tempat dan cepat mendapat pelayanan. Kenapa butuh proses? Menurut pak Rizal, semua makanan fresh from the oven. *asal ayamnya jangan baru ditangkap dan nasinya baru dimasak*. Untuk nilai makanan disini dari 1-10 saya memberikan poin 8, selamat menikmati.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Sotong Pangkong pengobat Rindu Kampung Halaman

Sotong Pangkong, pusaka kuliner pengobat rindu Ini adalah salah satu makanan yang bisa masuk kategori pusaka kuliner. Makanan yang selalu membuat kangen banyak orang untuk pulang kampung dan menikmatinya. Apalagi menikmati kuliner ini tidak sekedar mencari nikmat tapi sebagai budaya saat kembali kekampung halaman. Apa menunya? Sotong pangkong dikenal juga dengan nama juhi, terbuat dari Sotong atau “ikan” nus adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai maupun laut atau danau.

sotong pangkongHewan ini dapat ditemukan di hampir semua perairan yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Sotong juga merupakan makanan sejenis seafood.

sotong pangkong

Sotong sering kali disalahtafsirkan sebagai cumi-cumi. Keduanya berbeda karena sotong bertubuh pipih, sementara cumi-cumi lebih berbentuk silinder. Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras, sedangkan pada cumi-cumi lunak. Cara pembuatannya tidak susah, sotong kering yang dibuat ceper, biasanya ditampilkan dengan utuh, dari bagian badan, kepala hingga tentakelnya, lalu sebelum dimakan biasanya harus melalui proses pembakaran dan dipukul atau dipangkong diatas besi sehingga seratnya lebih lunak dan memudahkan untuk memakannya, lalu dipanggang diatas bara. Ada yang mengoleskan bumbu saat memanggang dan ada yang tidak, ada pula yang memukul sekaligus menggilingnya agar lebih mudah untuk dimakan.

sotong pangkongKarena dipukul atau dipangkong inilah namanya menjadi sotong pangkong. Ada beberapa jenis saos yang digunakan untuk memakannya, namun yang sering saya nikmati ada yang berasa asam pedas dengan aroma ebi dan bawang putih, adapula yang menggunakan bumbu kacang, baik yang cair maupun yang kental seperti gado-gado, semuanya tergantung selera, yang unik juga cara menikmatinya, ada yang mencelupkan kedalam saos ada pula yang meminum saosnya baru kemudian memasukkan sotongnya. Semua orang punya cara untuk menikmatinya, tergantung kesenangan masing-masing.

sotong pangkongHarga yang ditawarkan juga berbeda-beda, mulai dari 8ribu, 10ribu hingga 12ribu rupiah bahkan 20ribu rupiah. Makanan ini sangat nikmat sekali jika ditambah jeruk hangat dan dinikmati saat sore hari. Silakan datang disepanjang Jalan Merdeka di Pontianak, karena disini merupakan pusat penjualan sotong pangkong, datang saja mulai sore hari apalagi pada saat bulan Ramadhan. Budaya seperti ini memang harus dilestarikan, paling tidak pusaka kuliner Indonesia asli Pontianak ini dapat terus dinikmati, saat mereka kangen kampung halaman.

Sotong pangkongWalaupun mereka sudah berasimilasi dirantau mereka akan tetap mengajak anak cucu kembali ke Pontianak untuk menikmati kehangatan dan kebersamaan sotong pangkong. Viva makanan lokal. Mari dukung gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Pengkang, penganan sederhana yang “Nendang”

Pengkang? Apaan tuh?. Kalimat itulah yang paling sering saya dengar saat teman saya yang baru datang ke Kalimantan Barat saat diajak untuk menikmati kuliner khas ini. Nama yang terdengar sedikit aneh dan agak janggal. Tapi dibalik itu semua terdapat rasa yang luar biasa menggugah selera.

  pengkang 3Cobalah untuk berkunjung ke daerah Peniti, daerah ini sekitar 30 km dari kota Pontianak, disana terdapat banyak sekali pondok makan yang menjual pengkang. Pengkang adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas Kalimantan Barat, yang dibuat dengan bahan baku dari beras ketan atau beras pulut (sebutan masyarakat Kal-bar). Karena citarasanya yang uniq, maka pengkang banyak diburu para penikmat wisata kuliner. Pengkang sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan lemper didaerah Jawa. Berbeda hanya isian yang digunakan. Berhubung beberapa wilayah di Kalimantan Barat berada dipesisir maka digunakan isian udang kering yang lebih dikenal dengan Ebi.

pengkang 6pengkang 7

Para  penikmant  wisata kuliner dapat menjumpai pengkang salah satunya di jalan raya Pontianak-Sungai Pinyuh yaitu di daerah Peniti, kalau arah dari Pontianak di sebelah kanan jalan. Di sini dapat kita jumpai sebuah rumah makan yang cukup besar dengan menu spesialnya pengkang. Masyarakat Tionghoa menyebut pengkang untuk segela jenis masakkan yang di panggang, di Kalimantan Barat pengkang dipanggang terlebih dahulu sebelum disajikan.

pengkang  5Cara pembuatannya tidak terlalu sulit ketan terlebih dahulu diaron menggunakan santan lalu dikukus sampai matang setelah itu dimasukkan kedalam daun pisang dan diisi dengan ebi dan dibentuk segitiga. Setelah itu dijepit dengan bambu berpasangan dan kemudian dibakar hingga matang.

  pengkang 4Pengkang ini akan lebih enak jika dicocol dengan sambal kepah yang khas melayu, semuanya memanfaatkan hasil pesisir. Sambal kepah sendiri merupakan sambal yang dibuat dari sejenis kerang yang hidup dihutan mangrove. Rasa pedas manis sambal, berpadu dengan gurihnya kepah.

 pengkang 2

Aroma gurih pengkang darisantan dan ketan membuat kita sulit untuk berhenti membuka lembar demi lembar daun pisang pelapis pengkang ini. Paduan gurihnya ketan pengkang dengan legitnya pedas sambal kepah menjadikan makanan ini wajib hukumnya untuk dicoba oleh anda yang akan atau tengah berkunjung di Pontianak. Kuliner wajib yang bisa menjadi andalan sumber protein dan karbohidrat. Rasanya yang gurih dan pedas membuat kita akan susah berhenti untuk menikmatinya.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Santai Sejenak di Juice dan Ramen OIZUMI

Warung Juice dan Ramen “OIZUMI” memang sudah berpindah ketempat yang jauh lebih luas dan berada di tepi jalan Utama Gajah Mada. Kalau mungkin boleh saya ingatkan, warung yang pertama menyediakan ramen dengan konsep warung adalah OIZUMI. Tapi mengapa saya sendiri lebih suka dengan juice yang dibuat disini, lebih creamy, kental, manis, gurih dan terasa buahnya daripada ramennya sendiri. Masalah harga jika memang sesuai tidaklah menjadi masalah. Sesuai dengan pepatah, “ada bentuk ada rasa ada harga”.

Ramen Oizumi

Siang yang cukup panas sepertinya pas sekali jika saya berkunjung kesini untuk menikmati ramen asapnya yang cukup dikenal. Setelah sampai disini dan melihat daftar menu, selain mie ramen asep special saya juga melihat nama 1 jenis es yang cukup menarik perhatian saya, melihat tulisan es “KIMOCHI” pikiran saya langsung terbang kemana mana dan tersenyum simpul. Yup, pilihan minuman siang saya kali ini adalah es Kimochi yang pasti enak dan segar dan pas dengan Mie ramen asap special.

Ramen Oizumi

Pesanan saya datang dalam 15 menit dan aroma pedas dan panas langsung menusuk hidung. Sebagai penggemar pedas, saya tidak dapat menahan rasa lapar saya. Es kimochi juga sudah tersedia, lalu mana dulu yang akan saya makan? Sebelumnya saya ingin mencoba sedikit menggambarkan bahwa es ini sebenarnya seperti es buah, yang diisi dengan potongan semangka, mangga, melon, selasih, potongan lidah buaya, jagung dan ditambah dengan simple sirup. Es ini berasa cukup segar dengan rasa buah yang “ngeblend” saat dikunyah. Perpaduan yang sesuai untuk siang yang panas ini.

Ramen Oizumi

Ramen asap ini disajikan dengan unik, menggunakan tempat seperti periuk namun berbeda karena hanya setengah tinggi periuk biasa, mungkin inilah periuk Jepang yang terbuat dari besi padat sehingga panasnya lebih tahan lama, Ramen nya terdiri dari mie khusus dengan ukuran yang lebih kecil sehingga tidak boleh dimasak terlalu lama, bahan tambahan lainnya ada ayam semur dan jamur kancing, jamur kuping, udang, baso ikan dan telur ayam, semuanya bersatu dengan kuah yang pedas, berbumbu dan gurih. Ditambah dengan sayuran sawi keriting dan tauge sebagai suplemen sayuran Boleh dibilang kuah dan level pedasnya sudah pas menurut saya, tambahan lainnya pun sudah sangat pas.

Ramen OizumiRamen Oizumi

Mungkin yang perlu dibenahi adalah cara memasak mienya, mesti hati hati dan jangan terlalu lama karena akan menjadi lembek karena terlalu matang, udangnya pun jangan terlalu lama dimasak karena rasanya akan alot seperti sandal, tidak lebih dari 2-3 meneit saja. Pelayanan disini juga terkadang lambat dan mesti diingatkan berulang-ulang. Harus punya cukup kesabaran jika cukup ramai yang membeli juice. Overall saya memberikan nilan 7,5 untuk total makanan dan pelayanan disini dari skala 1-10. Selamat mencoba dan menikmati

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Mampir menikmati Mie Tambi di warung Ade Rase

Pernah denger Mie Tambi ngga? Kebetulan saya dapat rekomendasi dari teman saya di twiter yang kebetulan sama sama menyukai musik korea @YouLeeVIP , katanya disimpang BLKI dekat kantor Bank Indonesia yang baru ada warung ‘Ade Rasa’ yang menyediakan makanan bertemakan timur tengah, menurut Yuli warung ini menyediakan nasi kebuli dan Cane serta mie tambi. Sebenarnya saya sendiri bukan penggemar makanan timur tengah karena saya bukan penggemar kambing. Tapi saya juga ingat bahwa masakan timur tengah tidak melulu kambing, bisa juga domba.

Saya penasaran juga untuk mencicipinya dan saya memesan ketiganya, mie tambi sang idola, nasi kebuli dan juga roti cane, untuk minumnya saya mencoba es serbat. Saya langsung mencoba menikmati makanan utamanya, mie tambi. Jujur saya penasaran karena saya belum pernah makan atau melihat bentuknya. Dari tampilannya saya pikir ini adalah spagetti kreasi Indonesia atau seperti mie Ongklok khas wonosobo. Saat dihidangkan aroma gurihnya sudah bisa tercium, dari 3 menu yang dihidangkan semua memiliki aroma yang sangat kencang dan semuanya bertekstur. Sepertinya aroma kencang timur tengah sudah memenuhi rongga hidung saya.

Mungkin saya tidak membahas 2 menu lain, saya ingin mengkhususkan untuk mie tambi saja, dilihat dari tampilan ukuran mie nya agak sedikit lebih besar
dari mie pada umumnya, (di produksi sendiri, tanpa pengawet dan bahan tambahan lainnya), dengan bumbu yang spesifik dan diatas bumbu, diberi potongan-potongan tahu, kentang, telur, kemudian ditabur bawang goreng dan irisan daun sop. Bumbu yang dimaksud disini seperti bumbu kacang namun encer, jika dicium dan dirasa, aroma ebi yang kencang tercium dan terasa gurih. Rasa bumbunya gurih, sedikit manis, gurih mungkin dari ebi dan kacang tanah. Memang tidak terlalu asin tapi rasa ini sudah cukup pas. Apalagi ditambah dengan bawang merah goreng dan irisan daun bawang, semakin memperkaya rasa dan aroma dari makanan ini, ada tambahan sayuran berupa taoge yang juga direndam dengan mie tersebut.mie tambi

Mienya sendiri diakui dibuat sendiri oleh penjual dan hanya bertahan 3-4 jam diudara terbuka, jika ingin disimpan harus di freezer agar bisa bertahan, mienya sendiri sudah terasa enak jika dimakan dengan tahu atau telur rebus, saya sempat penasaran kenapa harus ditambahkan kentang juga, porsinya sendiri sudah cukup menurut saya, tapi ini cukup menarik sebagai pembedaan dengan yang lain juga. Saya sempat berbincang dengan sang pemilik, saya bertanya dari mana asal makanan ini. beliau mengatakan bahwa ini makanan timur tengah yang sudah di adaptasi menjadi selera melayu, tapi saya masih agak penasaran, karena menurut saya mie dan ebi merupakan ciri khas tionghoa sedangkan bumbu kacang dan tahu yang sering ditambahkan kedalam makanan biasanya ciri kuliner Madura. Bumbu kacang biasanya digunakan adalah ciri makanan Jawa. Lalu kenapa namanya bisa mie Tambi. Apakah ada yang bisa menjawab pertanyaan saya??Mie Ongklok

Teman saya juga sempat mengatakan ini adalah sejenis dengan mie onklok, tapi saya tegaskan ini jauh berbeda. Ada perbedaan mendasar dari mie ongklok khas wonosobo, yang menggunakan kuah dari tepung tapioka dengan menambahkan bawang merah, bawang putih, ebi dan kemudian baru ditaburkan bumbu kacang dan bawang goreng. Kuahnya sendiri seperti lendir, saat penyajiannya bisa ditambahkan cabe dan kecap bahkan terasi yang dihancurkan dibagian dasar piring/mangkok. Sayur yang digunakan adalah kucai dan kubis

Kadang makanan akulturasi membuat kita bingung darimana makanan ini berasal, tapi jujur, yang paling penting adalah masalah rasa, bagaimana makanan itu bisa bertahan dan tentu saja bisa dinikmati oleh pelanggan beda generasi, saya juga masih mencari tahu, dimana lagi ada penjual mie tambi, sekedar ingin membandingkan rasa, kira-kira bagaimana rasa originalnya. Karena menurut bapak penjual, mie ini familiat ditahun 70-80an namun sekarang makanan ini sudah langka dan susah untuk didapatkan.Mie Tambi

Mie Tambi ada rasa bisa dikunjungi di pertigaan BLKI, silakan datang lebih awal karena dikhawatirkan sudah habis karena tidak dibuat dalam jumlah banyak, dari segi pelayanan, rasa cukup baik dan mantap. Namun mungkin tempat yang lebih luas dan meja yang lebih lebar membuat kita lebih nyaman untuk menikmati makanan disini, overall dari nilai 1-10 , nilai 8 boleh saya berikan untuk menu mie tambi warung Ade Rase. Selamat mencoba

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler (@dodon_jerry)

Nyemil Burger di Burgerilya

Saya kebetulan cukup penasaran dengan sang owner yang sangat kencang melakukan penetrasi pasar, hampir semua jejaring social dimasukkan iklan burgerilya, saya menyimpan keyakinan bahwa tidak mungkin jika tidak punya rasa yang berbeda. Memang beriklan dijejaring sosial terasa sangat efektif untuk zaman sekarang. Saya sendiri termasuk orang yang penasaran untuk mencicipi bagaimana rasa Burgerilya.

BurgerilyaPenasaran saya terjawab dibeberapa waktu lalu. Siang hari, saya menuju kesana untuk makan siang ala amerika, cukup burger saja. Bergerak menuju ke belakang Café Nineteen, dibelakan ATM Mandiri untuk menuju tempat yang dimaksud, awalnya saya berpikir tempat ini berkonsep café namun ternyata dengan gerobak dan banyak aksesoris lucu yang dipajang disana.

Dengan meja yang disusun dan ditambah dengan bunga dengan dasar pasir warna-warni. Menu ditulis dipapan tulis dengan kapur warna, cukup menarik, sayang jika siang hari, panas matahari yang terik mengenai sebagian tempat, jadi pintar-pintarlah memilih tempat. Begitu duduk pelayan langsung memberikan menu dan menawarkan makanan apa yang ingin dipesan. Terlihat cukup cekatan dibarengi nada suara yang manja hihihi.

IMG-20130513-00233Kali ini saya memesan complete burger, dengan kisaran harga makanan 10.000 – 20.000 , saya sudah bisa memilih burger dengan berbagai pilihan ukuran. Saya sendiri beranggapan burger dan hotdog di Pontianak cenderung memiliki rasa yang tidak jauh berbeda karena rata rata menggunakan frozen patty buatan pabrik. Saya jadi semakin penasaran untuk mencoba Burgerilya ini.

IMG-20130513-00234Burger tiba, saya tidak sabar menikmatinya patty yang digadang lebih enak dari yang lainnya dan dicampur dengan sayuran ternyata tidak bohong. Patty memang enak dan berbeda dari kebanyakan, ini homemade, saya bisa merasakannya. Roti atau bun nya juga cukup berbeda, lebih crunchy dan lebih manis dari biasanya. Konsistensi tidak kopong. Good bun!

IMG-20130513-00235Untuk isiannya saya menemukan sayuran yang masih segar, ketimun, tomat dan selada, ditambah dengan keju dan patty dengan saos tomat dan mayonnaise serta ditambah dengan bawang Bombay yang digoreng dengan tepung (Union Ring). Nice plating dengan piring anyaman bambu dan dialasi kertas. Pemikiran saya jika disajikan di tempat, alas daun pisang pasti lebih mantap.

Catatan kecil, sebenarnya alangkah lebih baik lagi jika ditambahkan minuman yang beragam dan disediakan beberapa jenis patty, karena ada beberapa orang yang tidak bisa memakan sapi. Saya doakan juga agar Burgerilya bisa mendapatkan tempat yang lebih baik dan adem. Overall jika saya menilai secara pribadi 1 – 10, Burgerilya mendapat nilai 8,5 dan anda boleh mencobanya sebagai pilihan cemilan.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler

Menikmati Sajian Pondok Le Sahang

Makan siang merupakan salah satu hal terpenting dalam siklus kerja manusia, yup benar. Kalau tidak makan siang bagaimana mungkin bisa melakukan aktifitas tambahan yang lain. Setiap pekerjaan pasti membutuhkan energi, paling tidak menjaga kita untuk dapat terus berkonsentrasi sehingga pekerjaan dapat selesai dan tentu saja hasilnya dapat baik dan maksimal.

Siang ini saya menyusuri Jalan Sutoyo Indah diseberang Rumah Betang, saya masuk ke Persekolahan Immanuel untuk menuju ke Pondok Le Sahang. Sebuah tempat makan dengan konsep tempatmakan semi terbuka. Karena tidak ada dinding penutup disekitar tempat tersebut hanya “kere” atau penutup dari anyaman rotan yang bisa melindungi dari panas dan hujan terpaan angin. Cukup seru karena ada beberapa pilihan tempat makan seperti Lesehan, meja berkelompok dengan ukuran besar dan juga meja hanya untuk berdua

Pelayan datang dan menghampiri saya saat sudah memilih lokasi duduk, kebetulan siang itu tidak terlalu ramai, beberapa pilihan makanan disini cukup banyak dan beragam. Termasuk juga pilihan makanan Laut, ikan air tawar maupun berbagai jenis daging merah dan putih. Pilihan sayuran, cemilan dan minuman cukup beragam. Anda pesan makan baru makanan akan diolah.

Pilihan makan siang saya saat ini jatuh kepada 3 menu saja, Senangin Bakar yang dibanderol per ons, cumi asam manis dan untuk sayurannya pilihan saya jatuh pada brokoli polos cah bawang putih, tidak lupa segelas es the tawar menemani saya. Pesanan datang berturut turut dengan lama mencapai sekitar 20 menit dan yang terakhir keluar adalah ikan senangin bakar bumbu Le Sahang.

Ikan Bakar Senangin Le SahangIkan Bakar yang saya pesan tidak terlalu besar, sekitar 600gr, ukuran pas dengan perhitungan daging yang terasa manis dan lembut. Bumbu bakaran yang dioleskan terasa manis dan cukup pedas, dengan perasan lemon cui semakin membuat rasa segar yang semakin membuat daging ikan terasa manis. Saya tidak terlalu memperdulikan bumbunya karena daging ikan sudah manis dan waktu masak yang tepat, ditambah lagi cocolan sambal terasi membuat ikan ini semakin menggoda selera.

Calamari goreng tepung Asam ManisUntuk cumi atau calamari ini dipotong bulat dan digoreng dengan tepung serta diberi bumbu madu dan lemon, tingkat kematangan cumi sudah pas namun sayang terlalu asam, namun aroma madunya sangat kuat. Sedangkan brokolinya ditumis terlalu matang sehingga tidak ada sensasi “crunchy” lagi. Saya agak kurang bersemangat menikmatinya. Es teh tawar yang saya pesan sendiri kurang terasa aroma melatinya, seandainya lebih pekat lagi pasti lebih “Uendesss”.Cah Brokoli Bawang Putih

Catatan kecil, tempat makan ini termasuk berada dilokasi yang tersembunyi, dengan konsep yang cukup hijau dan agak jauh dari jalan utama sehingga suasana cukup nyaman dengan angin sepoi sepoi dan tidak berdebu. Tempat parkir yang cukup luas memudahkan kita menyimpan kendaraan. Saya berpikir awalnya bahwa ini kantin sekolah khusus untuk orang tua siswa yang menunggui anaknya sekolah.

Pelayanan yang cukup cepat dan ramah serta tempat yang bersih menjadi salah satu poin penting untuk memilih tempat makan. Apalagi ditambah tempat parkir yang luas dan tempat yang rindang asri pasti memberikan nuansa yang lebih nyaman dan membuat nafsu makan bertambah. Dari keseluruhan tempat ini, jika memberi nilai 1-10 saya pribadi memberikan nilai 7 untuk Pondok Le Sahang. Selamat berkuliner ria.

Penulis Dony Prayudi , Penikmat dan Kuliner Traveler

Menikmati Kuliner di KURUYU

Mari berkunjung ke “KURUYU” yang berada dijalan Johar no 62C Pontianak. Beberapa menu pilihan makanan sudah tersaji disini, Skewer Kuruyu (konsep sate dengan model dipanggang BBQ), Nasi Kriuk, Soto Ayam, Ayam kalasan, Ayam penyet, Nasi liwet Ayam Penyet dan Nasi Bakar serta Iga Bakar Kuruyu.

Daftar MenuDisini juga ada beberapa jenis minuman yang bisa dipesan seperti es lemon tea dan air lidah buaya dan ada beberapa jenis makanan lain termasuk cemilan berupa lumpia goreng.

Ayam Kalasansaya yang pertama adalah skewer dan iga bakar, namun sayang, saat saya memesan keduanya tidak ada. Pesanan saya jatuh pada Nasi Ayam Kalasan dengan nasi liwet hijau beserta sayur asem special bumbu kuruyu, ditambah dengan es lemon tea ditambah dengan lumpia goreng dan 3 kerupuk mamang.

Paket Ayam Kalasan Nasi LiwetCatatan menarik, untuk rasa ayam kalasannya bumbu meresap cukup baik dan daging lembut dan enak dikunyah dengan bumbu bakar yang lumayan berasa, ada rasa manis kecap, ketumbar, lada dan bawang putih dominan dilidah, seandainya bisa dibakar lebih lama lagi pasti aroma bakarannya akan lebih berasa. Untuk Nasi sendiri, disajikan dengan cara liwet, warna hijau ini mungkin juice sawi atau bayam yang ditambahkan kedalamnya, sayajuga menemukan potongan super kecil dari serai yang ditambahkan kedalamnya. Andaikan ditambah aroma daun jeruk purut dan taburan teri medan goreng kering pasti lebih mantap lagi.

Sayur Asem SpecialSayur asem disajikan dengan labu siam, jagung manis, nangka muda, kacang panjang dan kacang tanah, sayang saya tidak menemukan elemen penting yaitu daun dan buah melinjo, untungnya saya masih mendapatkan rasa yang segar dari asam jawa dan manis alami gula. Tidak ada warna merah keruh dari cabe dan kemiri tapi dominan hitam asam jawa. Saya pribadi suka dengan kuah segar sayur asem ini. Sayuran direbus dengan baik namun sayangnya nangka muda masih belum terlalu matang.

Lumpia Goreng

Cemilan yang dipesan adalah lumpia goreng dengan isian tumis bengkuang dan ebi, bagian luar yang kriuk renyah dan isian yang gurih serta cocolan saos sambal “homemade” dengan rasa asam manis pedas membuat rasanya juara. Ada yang unik juga, yaitu taburan sejumput rumput laut goreng dibagian atas lumpia. Untuk minuman yang disajikan berupa es lemon tea. Namun sayang menggunakan minuman instan sehingga saya tidak bisa menilainya.

Es Lemon Teadaftar MenuKeunikan tempat ini dimana makanan disajikan dengan tempat unik yang terbuat dari besi yang dilapis dengan cat seperti piring dan mangkok jaman dahulu, beberapa elemen dari ruangan ini juga dicoba untuk dibuat menjadi tradisional dan tempo dulu seperti menambahkan elemen gedhek disepanjang lorong tempat ini, ditambah pula dengan elemen lampu jalan. Desain tempat masak juga dibuat “semi open kitchen” sehingga beberapa bahan yang dimasak bisa dilihat oleh pengunjung. Sayang tempatnya terlalu sempit, jika tempat ini penuh pengunjung, pasti akan sedikit sesak tapi anda masih bisa menuju lantai 2 tempat ini atau memilih duduk dibagian luar.

Paket Ayam Kalasan Nasi LiwetKebersihan tempat ini cukup baik, meja cepat dibersihkan setelah tamu pulang dan meja tidak lengket akibat minyak. Pelayan cukup tanggap, begitu tamu dating langsung disapa dan disuguhkan daftar menu, setelah kita memesan langsung dicatat dan setelah selesai semua maka menu akan diulang kembali. Minuman datang setelah 10 menit dan 15 menit kemudian diikuti dengan makanan. Pelayanan yang ramah dan cepat memberikan nilai plus disini. Keseluruhan, tempat ini bisa dijadikan referensi tempat makan anda. Jika boleh memberi nilai 1-10 tempat ini masuk kategori 8.

Penulis : Dony Prayudi, penikmat dan pecinta kuliner